Terpicu Masalah Ekonomi, Ada Lebih 2.000 Janda Baru di Garut pada 2020

- 3 Juli 2020, 08:02 WIB
ILUSTRASI perceraian. Setiap tahunnya terjadi ribuan perceraian di Tasikmalaya yang berpotensi berakhir dengan penelantaran anak.* /DOK PRFM/

PORTAL JEMBER – Persoalan ekonomi masih mendominasi sebagai pemicu perceraian rumah tangga di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Dari Januari sampai Juni 2020, total ada 2 ribu lebih perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Garut.

Tidak heran bila setiap hari ada 100 lebih sidang perceraian di PA Garut. Setiap hakim bisa menyidangkan kasus perceraian 30 hingg 50 perkara sampai medio 2020 ini.

Baca Juga: Toyota Fortuner Tawarkan Diskon Gila-Gilaan Hingga Rp 70 Juta

Wakil Ketua PA Garut Asep Alinurdin mengatakan, dalam dua tahun terakhir kasus yang terkait rumah tangga di Kabupaten Garut cukup tinggi.

Jumlah perkaranya, seperti dikutip PORTAL JEMBER dari JurnalGarut.Pikiran-Rakyat.com bisa mencapai 5.000 sampai 6.000 perkara setiap tahunnya.

Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Ini Kata Jimin Alasan V BTS Jadi Jarang Bicara dan Keluar Bertemu Member Lain

"Tapi jumlah itu tak hanya perkara perceraian. Ada juga isbat nikah (menikah secara sah menurut agama untuk mendapatkan pengakuan dari negara) dan dispensasi nikah (perkawinan di bawah umur). Cuma kasus perceraian paling mendominasi," ujar Asep di PA Garut, Kamis 2 Juli 2020.

Artikel ini telah tayang di JurnalGarut.Pikiran-Rakyat.com dengan judul: Tahun 2020 Ada 2000 Janda Baru, Kebanyakan Karena Permasalahan Ekonomi

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Jurnal Garut


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X