Kegiatan Pesantren Harus Berjalan, Polda Jawa Timur Dukung Penerapan New Normal

- 2 Juni 2020, 06:32 WIB
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. M. Fadil Imran di Ponpes Bumi Shalawat, Sidoarjo, Senin 1 Juni 2020. /ANTARA/Indra

PORTAL JEMBER - Pemerintah mendorong masyarakat untuk mulai bersiap menjalani new normal. Di satu sisi aktivitas kembali berjalan, tetapi dengan menerapkan serangkaian protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tidak terkecuali dengan lingkungan pesantren. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Muhammad Fadil Imran di Sidoarjo, Senin 1 Juni 2020, mengatakan, pihaknya sangat mendukung penerapan new normal itu.

Baca Juga: Amerika Serikat Disebut Tiongkok Munafik Akibat Dukung Protes di Hongkong

"Protokol kesehatan terhadap santri terus dilakukan, termasuk pelaksanaan rapid test terhadap santri," kata Kapolda di sela mengunjungi Pondok Pesantren Bumi Sholawat di Sidoarjo, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan itu, Kapolda ingin memperkuat silaturahim dengan tokoh agama seperti kiai untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

"Ibarat saya ini anak yang bersilaturahim kepada orang tua, apalagi sekarang momen lebaran," katanya.

Baca Juga: REFLEKSI HARI LAHIR PANCASILA 1 JUNI: Ekonomi Nano, Ekonomi Kerakyatan Pasca Pandemi

Kapolda bersama dengan rombongan Polda Jawa Timur melakukan inspeksi ke beberapa ruangan kelas dan juga tempat pertemuan di pondok setempat.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat KH. Agoes Ali Masyhuri mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan proses masuk siswa, terlebih dahulu dilaksanakan tes cepat.

"Ada sekitar 2.600 santri yang akan di-rapid test. Lokasinya di pondok. Kalau dilakukan di luar kami tidak yakin," katanya.

Baca Juga: Najwa Shihab Sebut Lulus Tahun 2020 'Angkatan Emas Indonesia', Simak 6 Alasannya

Menurut KH. Agoes Ali Masyhuri, berbagai protokol kesehatan akan diberlakukan bagi seluruh santri yang balik ke pesantren guna mencegah penyebaran covid-19.

"Jelas tetap ada protokol kesehatan mengantisipasi penyebaran covid-19 tersebut. Santri datang ke pesantren akan dicek kesehatan, juga di-rapid test dan mendapatkan surat keterangan sehat dari covid-19 oleh tim dokter di pondok pesantren," ujarnya.***

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X