Buta Aksara di Indonesia Tinggal 3 Jutaan Orang, Mayoritas Tinggal di Daerah Terpencil

- 23 Juni 2020, 13:32 WIB
Kegiatan pemberantasan buta aksara di PKBM Bahrul Ulum, Lombok Timur, NTB, yang berlokasi di permukiman Suku Sasak.* //Dok. Kemdikbud

PORTAL JEMBER – Upaya memberantas buta aksara di Indonesia menjadi proses yang masih belum selesai. Meskipun, penurunan angka buta aksara dari 2006 hingga 2019 sudah sangat signifikan.

Hal ini terungkap dalam Diskusi Kelompok Terpumpun secara daring mengenai Reviu Petunjuk Teknis Apresiasi Keaksaraan 2020 yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Selasa 23 Juni 2020.

Baca Juga: Jadi Target Penyerangan John Kei, Nus Kei: Ada Pekerjaan di Ambon, tapi Sudah Selesai

Menurut Cecep Suryana, koordinator Fungsi Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca, jumlah orang buta aksara di Indonesia mencapai 3.053.353 atau 1,78 persen.

“Angkanya sudah sangat kecil. Tetapi, justru mereka ini berada di daerah terpencil, sulit dijangkau, mayoritas perempuan, dan berusia lanjut usia,” ujar Cecep.

Tiga besar provinsi dengan persentase buta aksara tertinggi adalah Papua 21,9 persen, NTB 7,46 persen, dan NTT 4,24 persen.

Baca Juga: John Kei Rencanakan dengan Matang Aksi di Green Lake City, Targetnya Bunuh Sasaran

Selain berusaha memberantas sisa angka buta aksara tersebut, Kemdikbud juga terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan masyarakat yang sudah melek aksara.

Sehingga, Kemdikbud meneruskan dengan program keaksaraan lanjutan untuk yang sudah selesai melek keaksaraan dasar. Seperti, multikeaksaraan dan keaksaraan usaha mandiri (KUM).

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X