Pemerintah Beri Kode Sekolah Tatap Muka Dimulai Awal 2021

- 4 Juni 2020, 06:21 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy. /Kemenag

PORTAL JEMBER - Pemerintah memberi perkiraan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka baru bisa dilaksanakan awal 2021.

Sebab, melihat perkembangan yang ada, kemungkinan besar KBM tatap tidak bisa dilaksanakan pertengahan Juli sebagaimana kalender pendidikan.

Meski demikian, permulaan tahun ajaran baru tetap dilaksanakan pada pertengahan Juli 2020.

Baca Juga: Beredar Kabar Sekolah Dibuka Kembali oleh Nadiem Makarim pada Bulan Juli, Cek Faktanya!

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih melihat perkembangan situasi pandemi covid-19 di dalam negeri, sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali membuka sekolah.

"Untuk membuka sekolah, masih kita lihat situasinya. Kemungkinan akhir tahun atau awal tahun 2021," kata Muhadjir di sela kunjungan kerja di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu 3 Juni 2020.

Muhadjir menjelaskan, meskipun sekolah diperkirakan akan dibuka kembali pada awal 2021, untuk tahun ajaran baru siswa tetap akan diberlakukan pada pertengahan Juli 2020.

Baca Juga: Nadiem Makarim Diprotes, Tagar Mendikbud Dicari Mahasiswa Ramai Digencarkan

Pada tahun ajaran baru tersebut, seperti dikutip dari Antara, para siswa akan belajar di rumah menggunakan sistem belajar mengajar berbasis dalam jaringan.

Menko PMK menambahkan, pembelajaran menggunakan sistem daring tersebut akan dilakukan untuk seluruh siswa di Indonesia tanpa terkecuali.

"Untuk pendidikan itu, kalau tahun ajaran baru, kemungkinan tidak ada perubahan. Pertengahan Juli 2020 sudah tahun ajaran baru. Masih secara online, karena tidak ada jaminan (daerah yang terhindar covid-19)," ujar Muhadjir.

Baca Juga: Negosiasi Indonesia dan Rusia Dipertanyakan Soal Pesawat Tempur Sukhoi Su-35

Sebagai catatan, di beberapa wilayah di Indonesia saat ini tengah mempersiapkan untuk memasuki kondisi normal baru.

Pada era normal baru tersebut, ada kelonggaran aktivitas masyarakat, khususnya pada sektor perekonomian.

Namun, pelonggaran aktivitas khususnya pada sektor perekonomian tersebut tidak dilakukan untuk sektor pendidikan, karena memiliki risiko lebih tinggi terpapar covid-19, khususnya terhadap anak-anak.

Baca Juga: Militer China Dikabarkan Masuk ke Indonesia sebagai Pekerja Proyek, Cek Faktanya!

Hingga saat ini, secara keseluruhan terdapat 28.233 kasus positif covid-19. Dari total kasus positif tersebut, sebanyak 8.406 orang dinyatakan sembuh, sementara 1.698 orang meninggal dunia.***

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X