Aturan Kelulusan Madrasah setelah UN Batal, Ini Kata Kementerian Agama

- 25 Maret 2020, 10:27 WIB
Seorang guru MAN 1 Kota Cimahi mengawasi para siswa kelas XII yang mengikuti glasi bersih Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin 24 Februari 2020. Glasi bersih UNBK SMA/MA pada hari pertama dengan pelajaran Bahasa Inggris berjalan lancar.*

PORTAL JEMBER – Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan ujian nasional (UN) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dibatalkan karena pandemi covid-19.

Untuk menentukan kelulusan setelah UN dibatalkan, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah A Umar mengatakan, ujian madrasah untuk kelulusan berpedoman pada SK Dirjen Nomor 247 Tahun 2020 tentang POS Ujian Madrasah.

Dalam konteks saat ini, kata dia, ujian madrasah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, kecuali bagi yang telah melaksanakannya beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Susul Sekolah Umum, UN di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Dibatalkan

Sebagai ganti, kata Umar, ujian madrasah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio dari nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya.

Ujian juga bisa dalam bentuk penugasan, tes daring (bila memungkinkan), atau bentuk asesmen lainnya yang memungkinkan ditempuh secara jarak jauh atau daring.

"Ujian madrasah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu dipaksakan mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh," terang Umar, di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.

"Madrasah yang telah melaksanakan ujian, dapat menggunakan nilainya untuk menentukan kelulusan siswa," sambungnya. 

Baca Juga: Narapidana Hindu Terima Remisi Khusus di Hari Nyepi, Ini Jumlahnya

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Kemenag

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

X