G-Land, Surga Tersembunyi di Ujung Selatan Banyuwangi, Ini Cerita Warga Asli yang Pernah ke Sana

- 9 Agustus 2020, 09:45 WIB
Pantai G-Land, surga tersembunyi di Banyuwangi. //kemenparekraf
 
 
PORTAL JEMBER - Pantai G-Land Banyuwangi menjadi salah satu destinasi favorit peselancar mancanegara yang tertantang untuk menaklukkan ombaknya.
 
Pantai G-Land atau biasa disebut Pantai Plengkung oleh warga lokal juga dianggap sebagai surga yang tersembunyi di ujung selatan Banyuwangi karena pesona alamnya yang indah.
 
Wisatawan mancanegara atau lokal yang berkunjung ke Pantai G-Land pada bulan April hingga Agustus dapat menyaksikan aksi para peselancar di atas ombak dengan ketinggian mencapai 8 meter.
 
 
Tak pelak, Pantai G-Land memiliki ombak terbesar di Asia Tenggara dan kedua terbesar di dunia setelah Hawaii, Amerika Serikat.
 
Berdasarkan ketinggiannya, ombak di Pantai G-Land dibagi menjadi tiga yaitu Many Track Waves setinggi 3-4 meter, Speedis Waves setinggi 5-6 meter, dan Kong Waves setinggi 6-8 meter.
 
Asal-usul nama "G-Land" pun beragam. PORTAL JEMBER melansir dari laman Banyuwangi Bagus, huruf "G" pada G-Land dapat berarti sebagai berikut:
 
  1. Dari nama sebuah teluk bernama "Grajagan".
  2. Dari kata "Green" (hijau) karena penampakan hijau yang mengelilingi pantai.
  3. Dari kata "Great" (hebat) lantaran ombaknya yang amat besar dan menantang.
  4. Bentuk pantai melengkung yang mirip huruf "G".
Inas adalah warga asli Banyuwangi yang mengunjungi Pantai G-Land pada tahun 2018 dan berbagi pengalamannya setelah dihubungi oleh PORTAL JEMBER.
 
Berdasarkan pengalaman Inas, akses menuju Pantai G-Land terbatas untuk kalangan "elit" karena fasilitas di sana yang membutuhkan biaya besar.
 
Selain itu, pengunjung harus melewati sekitar tiga pantai dan menembus hutan belantara untuk sampai di Pantai G-Land yang dihiasi batu-batu karang dan panorama menawan.
 
Saat berkunjung ke sana, Inas bersama rombongannya menempuh perjalanan dengan mobil jeep lalu turun melewati hutan belantara.
 
 
Inas mendeskripsikan Pantai G-Land sebagai pantai yang bersih karena minim pengunjung dengan konfigurasi batu-batu karang yang bagus.
 
Pantai G-Land termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang sudah terkenal di Banyuwangi dan sangat ramai dikunjungi wisatawan lokal.
 
"Di masyarakat itu ada stigma kalau di sana itu angker," cerita Ismi, teman Inas yang juga warga asli Banyuwangi dan mengunjungi Taman Nasional Alas Purwo pada lebaran tahun lalu.
 
"Enggak sebenarnya, jadi di sana itu karena memang taman nasional dan lagi musim liburan hari raya jadi ramai pol," lanjutnya.
 
 
Ismi berkesempatan untuk berwisata di Savana Sadengan yang pemandangan alam dan faunanya identik dengan padang rumput di Afrika.
 
Pengunjung yang ingin mengabadikan momen-momen indah di sana dapat melakukannya di lokasi foto yang bagus-bagus dan banyak jumlahnya.
 
Ferdian, warga asli Banyuwangi dan adik tingkat Ismi di Universitas Airlangga menceritakan pengalamannya berwisata ke Pantai G-Land 8 tahun silam.
 
"Pada saat itu jalanan belum diaspal dan mobil rombongan kami sekelas Avanza sebenarnya berbahaya, tapi karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya tetap diterjang," tuturnya.
 
"Dan sesampainya di G-Land tempatnya dipenuhi hamparan karang kecil selepas pasir pantai, dan setelahnya terdapat lautan dengan ombak yang besar. Jadi tidak heran kalau tempat tersebut menjadi spot surfing terbaik dunia."
 
 
Ferdian beserta rombongannya hanya menikmati pemandangan Pantai G-Land yang menurutnya sangat asri dan "wild" dengan hamparan pepohonan pandan laut.
 
Memorinya berjalan di atas pasir Pantai G-Land yang terbentuk atas perpaduan pasir putih dengan pasir gotri masih membekas hingga kini.
 
"Pejalan kaki sedikit sulit melangkah karena sifat pasir gotri yang tak sepadat pasir biasa sehingga kalau kita jalan rasanya kayak tenggelam ke dalam pasir," ungkap mahasiswa dari program studi Hubungan Internasional itu. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X