Kurban, Swasembada Daging, dan CWLS (1)

- 14 Agustus 2020, 14:19 WIB
*Dok. Pribadi /

Oleh: Khairunnisa Musari*

PERAYAAN Idul Adha memang sudah usai. Namun aktivitas sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) masih berkutat dengan pembagian daging kurban. Bahkan mungkin hingga menjelang Idul Adha tahun depan dengan membagikannya dalam bentuk makanan kaleng.

Memang, salah satu bentuk optimalisasi daging kurban adalah mengolahnya dalam bentuk makanan kaleng agar dapat digunakan dalam waktu yang lebih panjang. Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk kornet, rendang, abon, sosis, dendeng, dan lainnya.

Untuk memperluas nilai maslahat, Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 37 Tahun 2019 memperbolehkan daging kurban didistribusikan secara tunda (ala al-tarakhi) dengan cara diolah, diawetkan atau dikalengkan.

Dengan cara ini, daging dapat disimpan dalam waktu tertentu agar dapat dimanfaatkan dan didistribusikan kepada yang lebih membutuhkan dengan syarat tidak ada kebutuhan mendesak.

Baca Juga: Cara Mudah Download Video dari Twitter di HP Android dan iOS

Tidak ada kegiatan atau perayaan sepanjang tahun yang mampu memobilisasi daging dalam skala besar sebagaimana saat Idul Adha.

Merujuk data Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada Idul Adha 2020 diprediksi sejumlah 1,8 juta ekor, terdiri dari 541.568 ekor sapi, 15.653 ekor kerbau, 853.212 ekor kambing, dan 392.185 ekor domba.

Pada Idul Adha 2019, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional mencapai 1.346.712 ekor, terdiri dari 376.487 ekor sapi, 12.958 ekor kerbau, 716.089 ekor kambing dan 241.178 ekor domba.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Kurban, Swasembada Daging, dan CWLS (2)

25 Agustus 2020, 19:38 WIB

Kurban, Swasembada Daging, dan CWLS (1)

14 Agustus 2020, 14:19 WIB

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X