Ramai Klaim dari Hadi Pranoto, Video Anji Disebut Konten Menyesatkan oleh Mafindo

- 4 Agustus 2020, 18:35 WIB
Anji dan Hadi Pranoto //Instagram/@duniamanji

PORTAL JEMBER - Beberapa hari ini masih ramai dibicarakan publik mengenai klaim dari seseorang yang mengklaim dirinya bisa sembuhkan warga dari covid-19 dengan pengobatannya sebanyak 300 orang yaitu Hadi Pranoto.

Melansir dari laman YouTube Anji, salah satu penyanyi Indonesia tersebut sempat mewawancarai Hadi menjadi sebuah konten yang diunggah di akun miliknya.

Namun, pihak lain mengatakan jika konten yan dibuat oleh Anji dengan mendatangkan Hadi Pranoto sebagai narasumber yang mengklaim menemkan obat untuk covid-19 yang sampai saat ini viral termasuk kategori missleading atau konten yang menyesatkan hingga hoaks.

Baca Juga: Sempat Berkilah, Suami yang Membunuh Istrinya Sendiri Akhirnya Tak Berkutik dengan Hasil Otopsi

Hal ini diungkap oleh Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugraha saat on air di Radio PRFM News Channel pada Senin, 3 Agustus 2020 yang dimana hal tersebut adalah isu covid-19 yang dianggap hoaks.

"Jadi ini masuk ke dalam 500 isu missleading atau yang sering kita sebut hoaks, dan jika WHO menyebutnya infodemik, ini informasi yang keliru dan berdampak serius bagi masyarakat luas," tambah Septiaji.

Dirinya menungkapkan dari 500 missleading video atau hoaks soal covid-19, yang terbanyak adalah soal isu pengobatan serta pencegahan dari virus yang sudah melanda Indonesia sejak bulan Maret hingga Agustus ini.

Baca Juga: Teaser 2 BTS In the SOOP Keluar, Netizen Malah Fokus Scene Jungkook Bermain Gitar

Pihak Mafindo tidak hanya diam. Ketika video Anji dan Hadi Pranoto tersebut menjadi viral di kalangan media sosial dan menjadi ramai diperbincangkan, Mafindo langsng mengecek isinya. Hasilnya mengejutkan. Ada 12 klaim yang dimuat belum terbukti jelas kebenarannya.

"Kami merasa kalau video ini kalau kemudian dipercaya masyarakat itu bisa membahayakan atau mencelakakan banyak masyarakat sehingga kami meminta video ini di-takedown oleh Youtube dan juga facebook," sebutnya.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayati

Sumber: PRFM News


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X