DPR Akhirnya Buka Suara, Kritik Kemendikbud Soal Wacana Pembelajaran Jarak Jauh Akan Dipermanenkan

- 16 Juli 2020, 16:10 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim / twitter /

PORTAL JEMBER - Wacana Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan dipermanenkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya membuat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) buka suara.

Sebagaimana kita ketahui, sejak awal rencana ini digulirkan, masyarakat meresponnya dengan sangat cepat.

Banyak yang tidak disetuju dengan sejumlah alasan tentang ketidaksiapan masyarakat jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan.

Baca Juga: Curhatan Ibu Dampingi Anak Belajar Online di Tahun Ajaran Baru: Anak Daring, Emak Darting!

Terkait dengan wacana ini, DPR akhirnya bukan suara. Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR RI, Said Abdullah, mengatakan bahwa kebijakan itu sepertinya akan menimbulkan semacam ketimpangan, khususnya bagi para siswa yang berada di sejumlah daerah dengan infrastruktur yang kurang memadai.

"Jadi kebijakan itu sangat tidak efektif, apalagi bagi daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) karena adanya perbedaan pada akses," kata Said di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Terpaksa jadi ‘Youtuber’ di Tahun Ajaran Baru, Guru dan Dosen: Hidup Atta Halilintar!

Said menekankan pola pembelajaran jarak jauh itu tentunya akan fokus pada kebutuhan para siswa akan penggunaan listrik serta teknologi yang memadai.

Padahal, nyatanya tidak semua kalangan siswa pelajar di berbagai daerah, khususnya di daerah-daerah 3T yang bisa dengan mudah mengakses listrik dan jangkauan teknologi seperti misalnya internet dan gawai yang mutlak dibutuhkan.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X