Belajar dari Kasus Secapa TNI, Ahli Epidemiologi Ingatkan Asrama dan Pesantren Agar Lebih Waspada

- 16 Juli 2020, 11:15 WIB
Ahli Epidemiologi Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Dewi Nur Aisyah /Covid19.go.id

PORTAL JEMBER - Penambahan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia yang masih berkisar rata-rata di atas 1.500 orang setiap harinya, membuat kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih dalam beberapa waktu terakhir, klaster-klaster baru mulai bermunculan.
Kewaspadaan semakin perlu ditingkatkan mengingat sejumlah pesantren dan sekolah berasrama mulai aktif lagi di tahun ajaran baru.

Hal ini mengingatkan kita pada kasus yang cukup menghebohkan beberapa waktu lalu. Yakni munculnya klaster baru di Pusat pendidikan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Banyak Orang Takut Swab Test, Peneliti Sebut Perubahan Suara Bisa jadi Alat Deteksi Baru Covid-19

Terkait dengan kekhawatiran munculnya klaster baru berbasis asrama, Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, meminta agar kasus klaster baru Covid-19 di Secapa TNI AD Bandung tempo hari dapat dijadikan pembelajaran, sehingga tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.

Sebagaimana informasi sebelumnya, sebanyak 1.262 orang yang terdiri dari pelatih dan peserta Secapa TNI AD dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi sejak tanggal 29 Juni 2020 berturut-turut hingga 9 Juli 2020.

Dari angka tersebut, ada 17 orang yang telah dirawat dan diisolasi di Rumah Sakit (RS) Dustira Cimahi dengan keluhan ringan seperti demam, batuk dan sedikit sesak nafas.

Baca Juga: Marak Prostitusi Artis, Ini Dosa dan Hukuman Bagi Pezina Menurut Agama Islam

Adapun beberapa hal yang parut dijadikan catatan ialah mulai dari pentingnya menerapkan jaga jarak dan menghindari adanya kerumunan. Sebab, jarak menjadi faktor yang dapat memicu terjadinya penularan apabila tidak disesuaikan dengan ketentuan protokol kesehatan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). "Pertama, ketika ada orang banyak, berkumpul dalam satu tempat dan waktu yang sama, terlebih dengan sirkulasi udara yang tidak diketahui baik atau tidak, ini yang akan mempengaruhi laju penularan," ujar Dewi dalam dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional 15 Juli 2020.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X