Refly Harun Sebut Modal Rp 6 Triliun sudah Bisa Kuasai Republik Indonesia

- 28 Juni 2020, 19:35 WIB
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun dan ekonom senior Rizal Ramli berbincang soal demokrasi kriminal di Indonesia. /- Foto: Foto: Tangkapan layar channel YouTube Refly Harun.

PORTAL JEMBER - Jadi presiden harus mengeluarkan biaya hingga Rp1,5 trilliun, Rizal Ramli tak sanggup.

Rizal Ramli merupakan Mantan Menteri Ekonomi era Presien Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Rizal mengaku pernah ditawari untuk didukung menjadi presiden, namun harus membayar dengan biaya fantastis.

Baca Juga: Benarkah V Member BTS yang Paling Populer di Google? Berikut Daftar Urutan Lengkapnya

Pengakuan Rizal tersebut diungkap ketika berdialog dengan pakar Hukum Tata Negara Refly Harun yang ditayangkan di kanal YouTube Refly Harun.

Dalam video yang diunggah Sabtu 27 Juni 2020, bertajuk 'REFLY HARUN VS RIZAL RAMLI: DEMOKRASI KRIMINAL!!!', Rizal mengungkapkan, dana triliunan rupiah itu harus dikeluarkannya untuk membayar partai-partai pendukung.

"Dulu juga pernah ada yang ngajak-ngajak saya. Tapi, mereka (partai) minta duit. 3 partai totalnya Rp1,5 triliun. Berarti kan masing-masing partai Rp500 miliar," akui Rizal.

Baca Juga: Prajurit Putuskan Menembak Diri Sendiri Usai Permintaan Bantuannya Tak Direspon

Mendengar tawaran tersebut, Rizal menyatakan bahwa dirinya tidak sanggup membayar sebanyak itu.

Halaman:

Editor: Nila Zulva Rosyida

Sumber: Seputar Tangsel


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X