Mau Tarik Dana Haji? Begini Prosedur dari Kemenag dan Konsekuensinya

- 3 Juni 2020, 14:24 WIB
Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis. /Kemenag

PORTAL JEMBER – Pemerintah telah memutuskan membatalkan pemberangkatan jamaah haji 2020 M atau 1441 H, Selasa 2 Juni 2020.

Kepada para calon jamaah haji yang sudah melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), Kementerian Agama (Kemenag) memberi opsi bahwa dana yang sudah disetor bisa ditarik oleh masing-masing calon jamaah haji.

Untuk bisa menarik dana haji yang sudah disetor, ada sejumlah prosedur yang harus dijalani para calon jamaah haji.

Baca Juga: Militer China Dikabarkan Masuk ke Indonesia sebagai Pekerja Proyek, Cek Faktanya!

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis kepada wartawan di Jakarta, Rabu 3 Juni 2020, menjelaskan, jamaah yang sudah melunasi biaya haji bisa mengajukan permohonan pengembalian dana ke Kanwil kemenag sesuai ketentuan dalam Keputusan Menteri Agama No.494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M.

Permohonan pengembalian setoran pelunasan biaya haji, menurut dia, bisa disampaikan secara tertulis ke Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota tempat pendaftaran.

Baca Juga: Beredar Kabar Sekolah Dibuka Kembali oleh Nadiem Makarim pada Bulan Juli, Cek Faktanya!

Permohonan pengembalian dana pelunasan biaya haji, ia melanjutkan, mesti disertai dokumen asli bukti pelunasan setoran Bipih, buku tabungan asli yang masih aktif atas nama calon haji beserta fotokopinya, identitas diri beserta fotokopi identitas diri, serta nomor kontak yang dapat dihubungi.

"Permohonan jamaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi. Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan memproses pembatalan," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X