Indonesia Siap Terlibat dalam Produksi Vaksin Covid-19 Bila Sudah Ditemukan

- 30 Mei 2020, 07:08 WIB
ILUSTRASI COVID-19 .*/MIRROR

PORTAL JEMBER - Pemerintah RI siap bekerja sama memproduksi vaksin covid-19 bersama anggota ASEAN dan Tiongkok bila formula vaksin yang tepat telah ditemukan.

Komitmen itu ditegaskan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Jose Tavares dalam Jakarta Forum daring yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Jumat 29 Mei 2020.

"Kami (ASEAN) terbuka dengan kemungkinan produksi gabungan obat atau vaksin COVID-19 begitu formulanya ditemukan. Indonesia, dalam hal ini, juga siap bergabung dalam produksi bersama tersebut," kata Jose, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Pasar Tanjung Dibuka Lagi, Pedagang Disiapkan di Jalan Wahidin dan Untung Surapati

Langkah tersebut diambil demi menopang pembuatan obat-obatan atau vaksin secara massal agar dapat tersedia dan terjangkau bagi semua masyarakat di kawasan, bahkan di luar kawasan.

Jose menjelaskan dua skenario yang mungkin terjadi di tengah pandemi yang sedang berlangsung saat ini.

Pertama, skenario terbaik yang mungkin adalah para ilmuwan berhasil menemukan obat atau vaksin untuk penyakit infeksi virus corona tersebut pada tahun ini dalam beberapa bulan ke depan, yang kemudian diharapkan akan dapat diakses oleh masyarakat.

Baca Juga: Khofifah : Dua Mobil Mesin PCR Bantuan BNPB Layani Tes Swab Mulai Hari Ini

"Kuncinya adalah kita dapat mengendalikan wabah ini, sehingga semua hal yang sudah direncanakan sebelumnya dapat dilaksanakan tanpa terkendala wabah," terang Jose.

Ia menambahkan bahwa mungkin tetap perlu kelaziman baru karena proses produksi vaksin secara massal akan memakan waktu.

Kedua, skenario terburuk di mana vaksin atau obat belum ditemukan setidaknya hingga tahun depan serta ada kemungkinan besar muncul kasus infeksi gelombang kedua dan ketiga.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Membuat Podcast dengan Berbekal Smartphone

"Hal itu tentu akan dibarengi dengan pengujian massal lalu mereka yang positif terinfeksi harus diisolasi, kemudian ada protokol kesehatan dan pembatasan sosial yang lebih ketat serta pemetaan zona infeksi," kata Jose.

Menanggapi hal itu, dr. Paranietharan, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia menyangsikan bahwa skenario pertama--kemungkinan terbaik yang diharapkan terjadi--akan sulit terealisasi.

Baca Juga: Mengenal Mobil Pertama Mitsubishi yang Diciptakan Secara Manual dengan Tangan

"Sayangnya, jika realistis saya kira perlu waktu satu tahun atau bahkan lebih sampai akhirnya kita mempunyai vaksin yang tepat.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X