New Normal di Tempat Kerja, Sediakan Vitamin C sampai Hindari Shift Kerja Malam

- 27 Mei 2020, 06:42 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) diperiksa suhunya saat meninjau kesiapan penerapan prosedur standar New Normal di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa 26 Mei 2020. //ANTARA FOTO/Sigit Kurniawan

PORTAL JEMBER - Pemerintah telah menerbitkan regulasi mengenai protokol kesehatan normal baru (new normal) di tempat kerja agar aktivitas ekonomi segera berjalan kembali.

Ketentuan itu diatur dalam Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi yang dikutip di Jakarta, Selasa 26 Mei 2020.

Baca Juga: Pasang Keranda dan Replika Pocong di Jalan Masuk Desa, Warga Kediri Ingatkan Bahaya Covid-19

Keputusan Menkes tersebut bisa diakses di sini.

1) Beberapa ketentuan dalam Keputusan Menkes mengenai protokol kesehatan di tempat kerja itu dapat dirangkum sebagai berikut:

2) Jika memungkinkan meniadakan shift tiga atau waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari.

3) Jika mengharuskan adanya shift tiga, perlu diatur agar yang bekerja berusia kurang dari 50 tahun untuk mengurangi risiko.

Baca Juga: Jangan Salah! Maksud Presiden Jokowi adalah Adaptasi Normal Baru, Bukan Relaksasi

4) Manajemen perusahaan membuat kebijakan dalam pencegahan penularan covid-19.

5) Manajemen perusahaan harus membentuk Tim Penanganan Covid-19 di tempat kerja yang terdiri dari pimpinan, bagian kepegawaian, bagian Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan petugas kesehatan yang diperkuat dengan surat keputusan dari pimpinan tempat kerja.

6) Pimpinan atau pemberi kerja memberikan kebijakan dan prosedur untuk pekerja melaporkan setiap ada kasus dicurigai covid-19 dengan melihat gejalanya untuk dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan.

Baca Juga: Anggotanya Mengamuk Saat Ditegur Soal Masker, Kapolrestabes Bandung Buka Suara

7) Dilarang keras memperlakuan kasus positif sebagai suatu stigma dan mengimbau untuk pengaturan bekerja dari rumah (work from home).

8) Perusahaan harus menentukan pekerja esensial yang perlu tetap bekerja atau datang ke tempat kerja dan pekerja mana saja yang dapat melakukan pekerjaannya dari rumah.

Baca Juga: UPDATE Pasien Sembuh Covid-19 Meningkat, Hari Ini Hingga 8 Kali Lipat Dibanding Kasus Meninggal

9) Bagi pekerja esensial yang harus tetap bekerja ke kantor selama PSBB berlangsung, maka dilakukan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk dengan menggunakan "thermo gun", dan sebelum masuk kerja menerapkan "self assessment" risiko covid-19 untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit virus corona baru.

10) Waktu kerja tidak terlalu panjang atau lembur yang akan mengakibatkan pekerja kekurangan waktu untuk beristirahat sehingga dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X