Para Perantau di Jakarta Ini Tak Bisa Mudik, Shalat Id di Atap Tempat Indekos

- 24 Mei 2020, 15:08 WIB
Sejumlah perantau yang tinggal di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat, melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah di teras atap rumah (roof top), Minggu 24 Mei 2020. //ANTARA/M. Risyal Hidayat

PORTAL JEMBER - Meski sebagian perantau berhasil pulang ke kampung halaman sebelum pemerintah memperketat penyekatan mudik lebaran, masih banyak perantau yang masih bertahan di kota-kota besar.

Tidak terkecuali dengan di DKI Jakarta. Saat pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), masih banyak perantau yang tahun ini terpaksa tidak mudik karena memang dilarang pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19.

Baca Juga: Waduh! Jawa Timur Sehari Tambah Pasien Baru Covid-19 Hampir 500 Orang

Alhasil, para perantau ini merayakan lebaran dengan suasana sangat berbeda dengan lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

Seperti yang dialami sejumlah perantau yang tinggal di Gang Kelinci, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Mereka melaksanakan Shalat Idul Fitri 1441 H di teras atap roof top) tempat mereka indekos, Minggu 24 Mei 2020.

Baca Juga: Resep Praktis Membuat Kentang Mustofa untuk Disajikan Saat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Para perantau ini berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, dan Sumatera. Mereka bekerja dari berbagai sektor di Jakarta.

Shalat Id berjamaah ini diikuti oleh lima orang, satu orang bertindak sebagai imam dan satu orang lainnya didapuk sebagai penyampai khotbah Idul Fitri.

"Setelah berpuasa selama 30 hari, tidak afdol rasanya bagi umat muslim untuk tidak melaksanakan Shalat Id," kata Fauzi Lamboka, perantau asal Palu, Sulawesi Tengah, seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Film Korea The Flu Tayang di Trans7 Nanti Malam, Kisahnya Mirip Pandemi Corona

Fauzi mengatakan, Shalat Id sebagai puncak perayaan kemenangan setelah berpuasa dengan menahan lapar dan nafsu.

"Karena anjuran pemerintah untuk melaksanakan di rumah, namun ukuran indekos yang kecil, kami mendapatkan tempat di 'roof top' kosan yang bisa digunakan shalat berjamaah dengan makmum lima orang," kata Fauzi.

Baca Juga: Juga Derita Kanker Pencernaan, Pasien Covid-19 Asal Probolinggo Meninggal Dunia

Bagi ayah dari tiga anak ini, Idul Fitri tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Kali ini harus menahan keinginan untuk mudik ke kampung halaman bersama keluarga.

"Kami sadari, jika tetap memaksakan diri untuk pulang bersama keluarga, kami akan membawa penyakit kepada mereka yang sehat di kampung halaman," kata Fauzi.

Fauzi memaknai Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini menahan nafsu dan egois demi kepentingan semua orang, bukan hanya diri sendiri dan keluarga.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X