Pegawai KPK Curi Barang Bukti, Ferdinand Hutahaean: Tidak Cukup Hanya Diberhentikan

- 8 April 2021, 19:25 WIB
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). /Twitter/@KPK_RI

PORTAL JEMBER - Jika biasanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani dan bertugas untuk memberantas tindak pidana suap, korupsi, gratifikasi dan lain-lain di negeri ini, kabar buruk justru datang menimpa.

Salah satu pegawai di KPK yang harusnya memberi contoh yang baik untuk tidak ikut terlibat apalagi masuk ke dalam ranah kriminal korupsi, terciduk mencuri barang bukti yang disimpan.

Padahal, barang bukti ini sebagai kebutuhan wajib KPK dalam mengupas tuntas setiap kasus yang ditangani oleh penyidik.

Baca Juga: Marcell Siahaan Jadi Mualaf, Habib Husin: Dikawal Tiga Orang Alim di Medsos Muannas Alaidid Guntur Romli 

Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Panggabean mengungkapkan jika pihaknya secara resmi dan tidak hormat memberhentikan salah seorang pegawai KPK dikarenakan terbukti mencuri barang bukti kasus korupsi yakni berupa emas batangan dengan berat 1,9 kg.

Diketahui, pelaku pegawai KPK yang berinisial IGAS tersebut bertugas di satuan wewenang untuk menyimpan barang bukti mantan pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo.

"Majelis memutuskan yang bersangkutan dijatuhi hukuman berat dengan memberhentikan tidak hormat. penggelapan ini digadaikan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk membayar utang-utangnya karena yang bersangkutan terlibat dalam bisnis yang tidak jelas," pungkas Tumpak Panggabean.

Baca Juga: Gara-gara Tokoh Glenca Chysara di Ikatan Cinta Trending Twitter, Fiersa Besari: Elsa Ngeles Mulu Kek Primagama

Merespon salah satu pegawai KPK yang terbukti juga melakukan penggelapan barang bukti itu politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ferdinand Hutahaean ikut bersuara.

Lewat cuitan akun Twitternya, Ferdinand Hutahaean turut prihatin dan pelaku pencurian barang di KPK tersebut harusnya tidak cukup hanya diberhentikan saja.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayati


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X