Temukan Kejanggalan Pada Penyebab Banjir di NTT, BMKG: Ini yang Tidak Lazim

- 6 April 2021, 20:23 WIB
Suasana dampak akibat siklon tropis Seroja yang melanda wilayah NTT /ANTARA Foto/Humas BNPB

PORTAL JEMBER - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menemukan kejanggalan atau sesuatu yang tidak lazim pada penyebab banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Temuan tersebut diterangkan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Ia mengatakan siklon tropis Seroja yang memicu banjir bandang di NTT tergolong dahsyat dan tidak lazim.

“Seroja ini baru yang pertama kali benar-benar cukup dahsyat, karena masuk sampai ke daratan. Ini yang tidak lazim,” ujar Dwikorita seperti, dilansir PORTAL JEMBER dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa, 6 April 2021.

Dwikorita menjelaskan bahwa, sejak 2008 Indonesia sudah mengalami 10 siklon tropis Seroja.

Baca Juga: 6 Daftar Minuman yang Dapat Membersihkan Ginjal, Salah Satunya adalah Jus Wortel

Baca Juga: Peringatkan Yahya Waloni Sebut Firman Tuhan Kristen Palsu, Muannas Alaidid: Sampai Kapan Dibiarkan?

Siklon pertama terjadi satu kali pada 2008, kemudian 2010 dan 2014 di mana artinya ada selang 2 sampai 4 tahun setiap siklon yang terbentuk.

“Tetapi sejak 2017, itu setiap tahun selalu terjadi,” ucapnya.

Menurut Dwikorita, siklon tropis Seroja yang menerjang NTT memiliki kecepatan sekitar 85 kilometer per jam saat terbentuk.

Halaman:

Editor: Jansilmi Nur Al-Zia


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X