Tak Terima sang Suami Ditendang dari Kursi Ketum Demokrat, Annisa Pohan Meradang

- 6 Maret 2021, 06:56 WIB
AHY (kiri) bersama dengan istrinya, Annisa Pohan (kanan). /Instagram.com/@agusyudhoyono


PORTAL JEMBER - Istri Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Annisa Larasati Pohan, tak terima sang suami ditendang dari kursi kepemimpinan Partai Demokrat.

Annisa menilai, apa yang terjadi di Demokrat saat ini bukan hanya persoalan partai yang dirampok, melainkan sebuah bentuk "pemerkosaan" terhadap demokrasi suatu negara.

Pernyataan tersebut ia sampaikan sesaat setelah diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketum Partai Demokrat.

Baca Juga: Krisdayanti Mengaku telah Berpisah dari Raul Lemos Setahun yang Lalu: Semua Pasti Allah Udah Atur

"Ini bukan hanya permasalahan sebuah partai dirampok, tapi masalah lebih besar lagi “pemerkosaan” demokrasi suatu negara," ujarnya dikutip PORTAL JEMBER dari Twitter @AnnisaPohan, 5 Maret 2021.

Dalam cuitannya yang lain, Annisa juga mempertanyakan peran penguasa, dalam hal ini pemerintah, yang cenderung membiarkan terjadinya pengambilalihan Partai Demokrat seperti yang baru saja terjadi.

"Ketika sebuah partai politik diambil haknya secara paksa dengan melanggar konstitusi, lebih lagi ada “pembiaran” dari yang punya kuasa. Apalagi dengan hak Rakyat kecil? Siapa yang akan lindungi? Apakah kita akan terus diam?," ucap Annisa.

Lebih lanjut, ia berujar bahwa keadilan sudah lama pergi dan bahkan tak pernah kembali.

Baca Juga: 8 Hal yang Dapat Mempercepat Kematian, Mulai dari Kebiasaan di Depan Layar Terlalu Sering hingga Mager

Hal tersebut dikarenakan, kata Annisa, selama ini terlalu banyak masyarakat yang menjadi penonton pasif dan tak ikut membela serta berperan aktif dalam memulangkan keadilan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X