KPK Menduga Suap Gubernur Sulses Nurdin Abdullah Digunakan untuk Biaya Kampanye

- 2 Maret 2021, 17:40 WIB
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. /Instagram.com/@nurdin.abdullah

PORTAL JEMBER - Baru-baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap pejabat pemerintah yag juga terjerat korupsi, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Ia bersama dengan Sekretarus Dinas PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat dan pemberi suap Agung Sucipto Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) juga ditetapkan sebagai tersangka.

Nurdin Abdullah diduga menerima suap sebesar Rp 2 miliar dari Agung Sucipto melalui Edy Rahmat serta suap gratifikasi senilai Rp 3,4 miliar.

Baca Juga: Unggah Foto Minuman Anggur, Arief Poyuono: Kita Lawan Para Penolak Perpres Miras

KPK terus menelusuri pendalaman kasus suap Nurdin Abdullah ini dengan menyelidiki aliran dana siap tersebut disalurkan serta didapatkan dari mana saja.

"(Kasusnya) sedang kami dalami, uang itukan diterima oleh tersangka dari proyek. Saat ini belum ditelusuri lebih lanjut kemana saja alirannya. Kita tunggu saja, karena itu merupakan tugas penyidik," kata Aexander Mawarta, Wakil Ketua KPK saat ditemui wartawan Selasa, 2 Maret 2021 seperti yang dikutip dari PMJ News.

Tambahnya, Alex menyebutkan jika KPK saat ini masih mengkaji relevansi biaya politik yang mahal dengan korupsi yang dilakukan. Sebab, ada dugaan jika dana suap yang diterima digunakan oleh Nurdin Abdullah untuk biaya kampanye dirinya sendiri.

Baca Juga: Turun Lagi, Harga Emas Hari ini, Selasa 2 Maret 2021, Mulai dari Retro, hingga UBS 

"Kami masih belum tahu sih, apakah alirannya itu ke biaya kampanyenya yang diketahui sangat besar sebelum dia dapat sponsor dari pengusaha lokal. Sehingga cara dia membayarnya adalah dengan memberikan kontrak proyek pada rekan-rekan yang dahulu mensponspori atau mendukungnya pada masa kampanye. Intinya masih kami dalami," pungkas Alex.***

Editor: Nurul Hidayati

Sumber: PMJ News


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X