Jika Terbukti Salah, Mantan Menteri KP Edhy Prabowo Mengaku Siap Dihukum Mati Demi Rakyat

- 23 Februari 2021, 13:45 WIB
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. /ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/

PORTAL JEMBER – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, saat ini masih berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Edhy Prabowo mengatakan bahwa ia sebagai tersangka kasus korupsi akan bertanggungjawab dan tidak akan lari dari kesalahan.

“Sekali lagi kalau memang saya dianggap salah, saya tidak lari dari kesalahan, saya tetap tanggung jawab,” kata Edhy Prabowo, dikutip PORTAL JEMBER dari Antara.

Baca Juga: KPK Rampungkan Pemberkasan Kasus Suap Benur, Masa Penahanan Edhy Prabowo Diperpanjang

Bahkan, Edhy Prabowo menegaskan bahwa dirinya siap menjalani hukuman mati jika memang terbukti bersalah dalam kasus korupsi ini.

“Jangan dihukum mati, lebih dari itupun saya siap, yang penting demi masyarakat saya. Saya tidak bicara lantang dengan menutupi kesalahan, saya tidak berlari dari kesalahan yang ada. Silakan proses peradilan berjalan,” ucapnya.

Edhy Prabowo pun mengatakan, setiap kebijakan dan peraturan yang ia buat selama menjabat sebagai Menteri KP semata-mata hanya untuk kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Tanggapan KPK terhadap Wamenkuham yang Menilai Juliari Batubara dan Edhy Prabowo Layak Dihukum Mati

“Kalau atas dasar masyarakat itu harus menanggung akibat akhirnya saya dipenjara itu sudah risiko bagi saya,” ujar Edhy Prabowo.

Halaman:

Editor: Lulu Lukyani

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X