Kapolri Terapkan Prinsip Restorative Justice Terkait Kasus UU ITE, Muannas Alaidid: Ini Penting!

- 23 Februari 2021, 11:50 WIB
CEO Cyber Indonesia, Muannas Alaidid. /Instagram/@muannas_alaidid.

PORTAL JEMBER – CEO Indonesian Cyber Muannas Alaidid mengungkapkan persetujuannya terhadap kebijakan Kapolri Komjen Listyo Sigit terkait UU ITE.

Pasalnya, Kapolri ingin jajarannya mengedepankan rasa keadilan dalam menindak laporan UU ITE. Sehingga, apabila terlapor sudah meminta maaf tak dilakukan penahanan. Penahanan dilakukan bagi kasus selain pencemaran nama baik, fitnah, dan penghinaan.

Muannas Alaidid menyetujui hal ini lantaran proses hukum tetap berjalan meski Polri mengutamakan jalan damai. Terlebih yang selama ini ditahan adalah orang yang ‘ngeyel.’

Baca Juga: 15 Kebiasaan Buruk yang Buat Orang Susah Kaya, Salah Satunya Hidup dengan Banyak Cicilan

Pernyataan tersebut disampaikan Muannas Alaidid melalui cuitan di akun twitter pribadinya yang diunggah pada, Senin 23 Februari 2021.

“Setuju, proses hukumnya meski begitu tetap berjalan, sebab yang selama ini ditahan terhadap mereka yang ‘ngeyelan’,” ujarnya, seperti PORTAL JEMBER kutip dari postingan twitter @muannas_alaidid.

Pada postingan lainnya, Muannas Alaidid menyampaikan penting bagi masyarakat untuk memahami prinsip restorative justice yang dijalankan Kapolri.

“Ini Penting! Terhadap para pihak dan atau korban yang akan mengambil langkah damai agar menjadi bagian prioritas penyidik untuk dilaksanakan restorative justice,” ungkapnya.

Prinsip restorative justice diambil Kapolri dengan pengecualian terhadap kasus yang berpotensi menimbulkan konflik SARA, radikalisme, hingga radikalisme.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Twitter @muannas_alaidid


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X