Hal-Hal yang Masih Sering Disalahpahami dari Puasa Syawal

- 25 Mei 2020, 15:30 WIB
Ilustrasi puasa Syawal. /Pixabay

PORTAL JEMBER -  Salah satu ibadah di hari raya yang dapat menyempurnakan pahala ibadah di bulan Ramadhan adalah puasa Syawal.

Puasa Syawal adalah puasa yang dilakukan di bulan Syawal.
 
 
Mengenai keutamaan puasa bulan Syawal ini Rasulullah SAW bersabda: 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim).
 
Namun di tengah masyarakat, ada beberapa pemahaman seputar puasa Syawal yang kurang tepat sehingga membuat ibadah ini terasa berat sekali dilakukan:
 
Baca Juga: Rekor! Lebih 90 Persen Pasien Thailand Sembuh dengan Nihil Kasus dan Kematian 4 Hari Bulan Mei

1. Harus dilakukan pada tanggal 2-7 Syawal

Sebagian orang memahami bahwa puasa Syawal harus dilaksanakan pada tanggal 2-7 Syawal karena Allah hanya mengharamkan puasa di tanggal 1 Syawal saja.

Pendapat ini tentu tidaklah tepat, karena tidak ada hubungan antara pengharaman puasa di tanggal 1 Syawal dengan sunnah puasa Syawal selama 6 hari itu.

Sebagian mengkaitkannya dengan lebaran ketupat atau disebut kupatan pada tanggal 7 Syawal atau malam 8 Syawal.

 
Baca Juga: Peziarah Hanya Bisa Tabur Bunga di Luar Pemakaman Muslim di Denpasar

Memang tradisi Kupatan awalnya diadakan untuk tasyakuran telah berpuasa 6 hari di bulan Syawal. 

Namun semakin kesini, tradisi ini justru dilepaskan dari sunnah tersebut.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X