Menjawab Pertanyaan Anak, Mengapa Allah Tidak Menghapus Virus Corona saat Lebaran

- 23 Mei 2020, 20:29 WIB
Ilustrasi anak bertanya. /Pixabay

PORTAL JEMBER - Setiap orang tua tentu mengajak dan mengajarkan anak untuk berdoa agar Allah segera mengangkat pandemi ini. 

Tetapi saat kondisi belum benar-benar membaik bahkan lebih memburuk saat ramadhan dan lebaran ini tentu anak banyak bertanya-tanya apa hasil dari doa yang ia panjatkan kepada Allah selama ini.
 
Seorang ibu bertanya, "Afwan ustadz mau menyampaikan pertanyaan dari anak saya yang baru berusia 10 tahun."
 
 
"Sebelum Ramadhan banyak orang berdoa agar Ramadhan bebas corona, ternyata masih corona.  Kita berdoa lagi supaya lebaran gak ada corona kok masih corona lagi, sedih aku mi."
 
"Jawaban bijak apa ya untuk anak usia 10 tahun?" tanya ibu tersebut.
 
Orang tua tentu harus menjawab dengan tuntutan bisa menjelaskan bahwa Allah tetap sayang kepada anaknya dan juga seluruh umat islam yang diuji dengan pandemi ini.
 
 
Salah satu alternatif jawabannya adalah dengan mengolah jawaban Rasulullah atas pertanyaan sahabat yang diceritakan dalam tafsir QS. Al-Baqarah 186 di Tafsir Ibnu Katsir sebagai berikut:
 
"Iya nak. Masih adanya korona di tengah kita saat lebaran tidak berarti Allah tidak mengabulkan doa Kita. Tetapi Allah mengabulkan dengan cara lain."
 
Karena Allah punya 3 cara untuk mengabulkan doa org mukmin:
 
  1. Mengabulkan persis sesuai keinginannya (mengangkat korona)
  2. Mengabulkan dg cara menghindarkan si pendoa dari keburukan (alhamdulillah kan Allah menghindarkan Kita dari Korona kan)
  3. Menyimpan pahala kebaikan doa itu nanti di akhirat.
Tugas kita berdoa agar mendapat pahala dari Allah perkara Allah mengabulkan dengan cara yang mana itu terserah Allah.
 
Yang pasti kita tidak boleh tergesa-gesa dengan mengatakan: "Kita sudah berdoa tapi kok ga dikabulkan."
 
 
Itu namanya adab yang buruk kepada Allah. Meminta tapi memaksa.
 
Rasulullah pun kadang doanya dikabulkan dengan cara ke-2 atau tiga. Apakah itu artinya Allah ga sayang sama Rasulullah? Tidak kan. Tapi agar orang-orang mukmin mengambil banyak pelajaran.
 
Ujian yang Allah kasih ke orang mukmin itu biar Allah makin sayang ke org itu kalau dia mau bersabar sekaligus menjadi pelajaran buat semua manusia agar ia tidak smbong serta mengikuti anjuran pemerintah.
 
Demikian mungkin salah satu alternatif jawaban yang bisa diolah kembali sesuai dengan bahasa yang lebih dekat untuk anak-anak.***
Pixabay.com

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X