Makna Idul Fitri Kembali Suci atau Kembali Makan? Ini Kata Ahli Fiqih

- 23 Mei 2020, 20:33 WIB
Ilustrasi Idul Fitri. /Pixabay

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأْظْفَارِ وَغَسْل الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإْبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

Artinya:
"Ada sepuluh hal dari fitrah (kesucian), yaitu memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu kemaluan dan istinja (cebok) dengan air.” (HR. Muslim).

Baca Juga: Bacaan Takbiran Lengkap Malam Idul Fitri 2020

Dan juga bermakna agama Islam, sebagimana hadits berikut ini:

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ وُلِدَ عَلىَ الفِطْرَةِ أَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِهِ

Artinya:
"Tidak ada kelahiran bayi kecuali lahir dalam keadaan fitrah (muslim). Lalu kedua orang tuanya yang akan menjadikannya yahudi, nasrani, atau majusi." (HR. Muslim).

• Makna Fithr

Kata fithr (فطر) sangat berbeda maknanya dari kata fithrah.

Memang sekilas kedua kata tersebut memiliki kemiripan.

Baca Juga: Lebaran Tetap Aman dan Nyaman Saat Wabah Covid-19, Ikuti 6 Tips Berikut Ini

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X