Khutbah Idul Fitri, Sekali atau Dua Kali?

- 23 Mei 2020, 16:35 WIB
Ilustrasi masjid. /pixabay

PORTAL JEMBER- Dalam pelaksanaan ibadah shalat id baik Idul Fitri maupun Idul Adha, khutbah menjadi pengiring setelah dilaksanakan shalat secara berjamaah baik di lapangan, masjid maupun di rumah.

Namun dalam praktiknya kita melihat sebagian khatib menyampaikan khutbah Id dua kali seperti salat Jumat.
 
Tetapi sebagian hanya menyampaikan khutbah satu kali saja (tidak ada jeda istirahat atau duduk antara dua khutbah).
 
 
Lalu sebenarnya manakah yang benar, khutbah satu kali atau dua kali.
 
Terjadi perbedaan pendapat antara ulama dalam masalah ini.
 
Pendapat pertama mengatakan bahwa khutbah id baik Idul Fitri maupun Idul Adha itu sama seperti khutbah jumat, yakni dilakukan dua kali.
 
 
Pendapat ini adalah pendapat mayoritas ulama dari kalangan 4 madzhab.
 
Ulama yang berpendapat khutbah id dua kali ini menggunakan beberapa dalil berikut:
 
1. Hadits Jabir bin Abdullah riwayat Ibnu Majah.
 
عَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ : ( خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فِطْرٍ أَوْ أَضْحَى ، فَخَطَبَ قَائِمًا ، ثُمَّ قَعَدَ قَعْدَةً ، ثُمَّ قَامَ ) 
Dari Jabir bin Abdullah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Fitri atau Idul Adha maka Rasul pun berkhutbah dengan berdiri kemudia beliau duduk sekali lalu berdiri lagi (untuk khutbah kedua). (HR. Ibnu Majah).
 
 
2. Atsar baik dari Ibnu Mas'ud maupun Ubaidillah bin Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah berkhutbah sekali.
 
3. Qiyas atau menyamakan dengan khutbah Jumat.
 
Imam Nawawi berkata:
وما روي عن ابن مسعود أنه قال : السنة أن يخطب في العيد خطبتين يفصل بينهما بجلوس ، ضعيفٌ غير متصل ، ولم يثبت في تكرير الخطبة شيء ، والمعتمد فيه القياس على الجمعة.
 
Dan (yang menjadi dalil atas dilaksanakannya khutbag Idul Fitri  dan Idul Adha dua kali) adalah apa yang diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas'ud. Ia berkata: dan salah satu sunnah Nabi adalah berkhutbah dua kali di hari raya. Khubtah dua kali dipisahkan dengan duduk sebentar diantara keduanya sehingga tidak tersambung antara khutbah pertama dan khutbah kedua. 
 
 
Tidak ada satu hadits shahih satupun yang menjelaskan khutbah id harus dua kali namun yang menjadi pegangan/dalil dalam penetapan khutbah id dua kali adalah qiyas (analogi/menyamakan) dengan khutbah jum'at.
 
Demikian imam Nawawi yang dikutip dari kitab 'Aunul Ma'bud jilid 4 hal. 4.
 
Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa dalam urusan ibadah ternyata dalil qiyas juga bisa diberlakukan dengan syarat dan ketentuan tertentu.
 
 
Namun ulama lain berpendapat bahwa khutbah id cukup sekali saja.
 
Yang berpendapat demikian misalnya Majelis Tarjih Muhammadiyah dan  Syaikh Utsaimin berkatam dalam Majmu' Fatawinya:
 
"Yang masyhur memang khutbah id dilaksanakan dua kali bedasarkan hadits yang diriwayatkan tentangnya. Walaupun hadits itu lemah (dla'if). Namun berdasarkan hadits yang disepakati shahihnya, justru difahami bahwa Rasulullah SAW melaksanakan khutbah satu kali saja" (Majmu' Fatawi Syaikh Ibnu Utsaimin jilid 16 hal. 246).
 
 
Demikian perbedaan ulama mengenai pelaksanaan khutbah id sekali atau dua kali.
 
Jika memilih aman dan pendapat yang kuat, tentu pendapat jumhur yang mengatakan khutbah id dua kali adalah pilihan.
 
Namun jika penyelenggara atau jamaah menghendaki khutbah sekali, maka tidaklah menjadi masalah disampaikan satu kali karena memang ada pendapat sekali.
 
 
Serta jangan pula ada tuduhan atau komentar negatif terhadap saudara-saudara yang melaksanakan khutbah id satu kali saja karena ini adalah masalah ijtihad.
 
Moment Idul Fitri  adakah momen persatuan yang jangan sampai dinodai dengan perdebatan-perdebatan yang melukai sesama saudara muslim. ***
 
Dikutip dari kitab al-fiqhu 'ala madzahib al-arba'ah, edaran PP Muhammadiyah tertanggal 14 Mei 2020 dan islamqa.info

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X