Muhammadiyah Menganjurkan Shalat Id di Rumah untuk Cegah Penyebaran Covid-19

- 15 Mei 2020, 11:30 WIB
LOGO Muhammadiyah.*

PORTAL JEMBER - Menjelang Idul Fitri 1441 H, PP Muhammadiyah mengeluarkan keputusan mengenai pelaksanaan Shalat Idul Fitri di tengah pandemi covid-19.

Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menganjurkan masyarakat, khususnya anggotanya, untuk melaksanakan shalat id di rumah.

Alasan yang dikedepankan adalah untuk keselamatan kawasan dengan tingkat penularan covid-19 yang tinggi, sebagaimana ditetapkan otoritas berwenang.

Baca Juga: Kantor Taman Nasional Meru Betiri di Banyuwangi Dirusak Massa, Lima Petugas Terluka

"Pelaksanaan shalat id di rumah tidak membuat suatu jenis ibadah baru. Maka shalat id bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti shalat id di lapangan," kata Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar kepada wartawan di Jakarta, Jumat 15 Mei 2020, seperti dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, pelaksanaan shalat id sejatinya dilakukan di area publik, seperti lapangan sebagaimana dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Hanya, karena ada halangan wabah corona membuat pengalihan tempat shalat id ke rumah.

Baca Juga: Anak Dibantai, Ibu Luka Parah, Polisi Kejar Pelaku yang Diduga Dikenal Korban

Terkait Rasulullah SAW yang tidak pernah shalat id di rumah, Syamsul mengatakan karena saat itu tidak ada kebutuhan di zaman Nabi Muhammad, seperti adanya ancaman penyakit menular yang menghalangi shalat di lapangan.

Sementara, meniadakan shalat id di lapangan maupun di masjid karena adanya ancaman covid-19, kata dia, tidaklah berarti mengurang-ngurangi perintah agama.

"Ketika dibolehkan shalat id di rumah bagi yang menghendakinya, pertimbangannya adalah melaksanakannya dengan cara lain yang tidak biasa.

Baca Juga: Apindo Surakarta Minta Iuran BPJS Kesehatan Ditinjau Ulang

Yaitu, dilaksanakan di rumah, agar umat selalu memperhatikan kemaslahatan manusia, berupa perlindungan diri, agama, akal, keluarga dan harta benda," kata dia.

"Dan menjaga agar kita tidak menimbulkan mudarat kepada diri kita dan kepada orang lain. Bahkan sebaliknya, tidak ada ancaman agama atas orang yang tidak melaksanakannya, karena shalat id adalah ibadah sunah. Dalam pandangan Islam, perlidungan diri jiwa dan raga sangat penting," lanjut dia.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X