Ratusan Masyarakat Jember Gelar Aksi Tolak RUU HIP dan Omnibus Law Cipta Kerja

- 3 Agustus 2020, 16:20 WIB
Ratusan masyarakat Jember yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa menolak RUU HIP dan Omnibus Law Cipta Kerja. //Tim Portal Jember

PORTAL JEMBER - Ratusan masyarakat Jember yang tergabung dalam Aliansi Anak Bangsa menolak, adanya RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja.

Koordinator aksi Umar Faruk mengatakan, dengan adanya RUU tersebut ada potensi dan peluang yang membuat para pekerja lokal tersakiti dan tidak berpihak pada pekerja.

"RUU Omnibus Law  yang dibahas saat ini sudah tidak pro terhadap pekerja, sehingga jika diteruskan akan menjadi persoalan di Jember," ujarnya saat orasi di DPRD Jember, Senin (3/8/2020).

Baca Juga: Swinger Bikin Resah, Incar Pasangan Mapan, Intelektual, dan Agamis untuk Tukar Pasangan di Ranjang

Kemudian dalam RUU Omnibus Law  menurutnya juga banyak penghapusan larangan pemberian upah pekerja dibawah UMK. Ditanbah lagi tidak adanya jaminan sosial yang jelas di dalam RUU tersebut.

"Selain tidak pro terhadap pekerja, banyak pasal dalam UU ketenaga kerjaan yang dihapus. Salah satunya hubungan antara pekerja dan pemberi kerja dalam perjanjian kerja," imbuhnya.

Pihaknya menilai, jika diteruskan RUU tersebut akan membuka kran bagi pekerja asing masuk dan mendominasi ranah pekerjaan di Indonesia.

Baca Juga: Dunia Takjub: Di Tengah Krisis Global, Orang Indonesia Borong Sepeda Brompton dengan Harga Fantastis

"Jika ini dibahas maka pekerja asing akan leluasa masuk ke Indonesia dan melegalkan outsourcing," tuturnya.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X