Ditengarai Ada Surat Domisili Palsu di PPDB di Jember, Wali Murid Tuntut Data Dibuka

- 2 Juli 2020, 14:47 WIB
Hearing wali murid terkait PPDB SMA dan SMK di Jember, Kamsi 2 Juni 2020.* //PORTAL JEMBER/tim 04

PORTAL JEMBER – Sejumlah warga yang tergabung dalam Komunitas Peduli Pendidikan Anak menuntut kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Jember Lumajang untuk membuka data surat keterangan domisili (SKD) dalam penerimaan perserta diri baru (PPDB).

Hal ini disampaikan oleh salah seorang wali murid David K. Susilo saat hearing di kantor DPRD Jember, Kamis 2 Juli 2020.

Ia mengatakan, banyak kejanggalan saat PPDB 2020 di tingkat SMA dan SMK. Hal ini ditengarai dengan banyaknya SKD yang dianggap paslu. Sehingga, mengakibatkan anak diwilayah SMA tersebut tidak bisa masuk dan harus mencari sekolah lain.

Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Ini Kata Jimin Alasan V BTS Jadi Jarang Bicara dan Keluar Bertemu Member Lain

"PPDB saat ini sudah banyak kejanggalan, contohnya anak di daerah Sumbersari banyak yang terlempar," ujarnya.

David menjelaskan, modus tersebut harus dibongkar sehingga bisa diketahui SKD tersebut palsu atau tidak. Dinas pendidikan cabang diharapkan bisa memberikan atensi terhadap hal tersebut.

"Ya harus berani membongkar itu semua dan akses untuk membuktikan SKD tersebut," imbuhnya.

Baca Juga: Khusus Zona Hijau Masuk Sekolah Mulai 13 Juli 2020, Siswa Hanya Masuk 3 Hari dalam Seminggu

Sementara itu, dampak psikologis juga anak-anak banyak mengalami bullying saat proses pelaksanaan PPDB tersebut.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X