Petasan Meledak Saat Diganti Sumbunya, Satu Warga Jember Meninggal Dunia

- 28 Mei 2020, 08:03 WIB
Polisi saat melihat lokasi ledakan petasan di Desa Wonojati, Jenggawah, Jember, Rabu 27 Mei 2020. /ANTARA/Dok. Polsek Jenggawah

PORTAL JEMBER - Satu orang tewas dan dua lainnya terluka setelah sebuah petasan meledak di Desa Wonojati, Jenggawah, Jember, Jawa Timur, Selasa 26 Mei 2020.

Polisi masih menyelidiki kejadian ini. "Peristiwa ledakan itu baru dilaporkan malam hari dan tempat kejadian perkara sudah dirusak dan korban sudah pindah dari TKP, serta bekas ledakan sudah dibersihkan oleh warga setempat," kata Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto, seperti dikutip dari Antara, Kamis 28 Mei 2020.

Polisi mengetahui kejadian ini setelah mendapatkan laporan dari orang tua salah satu korban terkait ledakan petasan di Dusun Beringin Lawang, Desa Wonojati.

Baca Juga: BREAKING NEWS : Perairan Maluku Diguncang Gempa Bumi 3 Kali Dini Hari

Korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah Sukarto (55) warga Desa Wonojati, Jenggawah.

Korban selama ini dikenal sebagai pembuat petasan. Polisi mencatat bahwa korban merupakan residivis kasus kepemilikan petasan.

"Korban pernah menjalani hukuman selama dua tahun penjara karena kedapatan menjual petasan dan memang pekerjaannya membuat dan menjual petasan di wilayah setempat," kata Sunarto.

Baca Juga: Pandemi, Zakat, dan Pengentasan Kemiskinan

Sedangkan dua korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah dua orang pelajar di salah satu pondok pesantren di Jenggawah. Mereka adalah SR (15) warga Desa Wonojati, dan RF (15) warga Desa Mangaran, Kecamatan Ajung.

"Kedua korban yang terluka merupakan pembeli petasan yang masih anak-anak. Dua korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke Puskesmas Jenggawah, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung," ucapnya.

Sunarto menjelaskan, kasus ledakan petasan itu berawal dari dua pelajar yang membeli petasan cukup besar dengan diameter 10 hingga 15 centimeter dengan tinggi 25 centimeter sehari sebelum Lebaran.

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Warga Jawa Timur, Diduga Terlibat Kasus Pornografi yang Dilaporkan Syahrini

"Namun, saat dinyalakan pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, petasan tersebut sumbunya mati dan tidak meledak, sehingga pembeli tersebut siang tadi mengembalikan petasan ke penjual untuk dikasih sumbu baru," ujarnya.

Korban langsung mengambil dan membetulkan petasan itu dengan bor listrik. Hal itu memicu ledakan yang cukup besar hingga menyebabkan korban terluka parah dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Peristiwa ledakan itu baru dilaporkan malam hari dan tempat kejadian perkara sudah dirusak dan korban sudah pindah dari TKP, serta bekas ledakan sudah dibersihkan oleh warga setempat," tuturnya.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X