Takut Terpapar Covid-19, Mahasiswa FIB Unej Mudik Sambil Ngontel

- 27 Maret 2020, 06:05 WIB
Heru Desmiri ketika mudik dengan menggunakan sepeda ontel. /Portal Jember

 

 
PORTAL JEMBER - Meluasnya Pandemi Covid-19 di Indonesia, membuat pemerintah mengambil langkah untuk mengatasinya.
 
Banyak kebijakan baru di berbagai bidang dikeluarkan pemerintah salah satunya pada bidang pendidikan 
 
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan kebijakan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring untuk perguruan tinggi.
 
 
Menindak lanjuti kebijakan dari Kemendikbud, Universitas Jember (Unej) juga memberlakukan kuliah secara daring terhitung mulai tanggal 16 Maret 2020.
 
Berlakunya kuliah secara daring membuat banyak mahasiswa yang memilih untuk pulang kampung.
 
Seperti Heru Desembri, salah seorang mahasiswa jurusan sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unej juga memilih untuk pulang ke kampung halamannya di Probolinggo.
 
 
Namun Heru memilih pulang ke Probolinggo dengan bersepeda ontel. Alasan utamanya yaitu karena ia takut terpapar covid-19 jika menggunakan fasilitas transportasi umum. 
 
"Sekarang kan sedang mewabah virus corona, jadi saya ngontel dari Jember hingga Probolinggo itu supaya terhindar dari virus itu. Lagian kalau pakai kendaraan umum risikonya nanti gak bisa jaga jarak dengan penumpang lain, kan harus physical distancing seperti imbauan pemerintah," ujar Heru. 
 
 
Heru pulang ke kampung halamannya hari Rabu (25/03/2020), ia menempuh jarak kurang lebih 98 km. Jarak tersebut ia tempuh dalam waktu 8 jam terhitung mulai pukul 12.00 WIB berangkat dari Jember dan sampai di Probolinggo pukul 20.00 WIB. 
 
 
Ketika ditanya TIM PORTAL JEMBER bagaimana tanggapan keluarga dengan apa yang telah dilakukan, ia mengatakan keluarga kaget dengan tindakan nekatnya tersebut, karena sebelumnya tidak pernah.
 
"Keluarga ya kaget ketika saya pulangnya ngontel, karena biasanya kan selalu pakai angkutan umum," katanya.
 
 
Dia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga kesehatan dan mematuhi kebijakan dan imbauan pemerintah tertulis maupun tidak tertulis.
 
"Karena wabah ini sangat berbahaya dan penularannya sangat mudah, maka perlu sekali untuk berhati-hati. Agar hidup bisa kembali normal seperti sedia kala," pungkasnya.
 


Editor: Dzikri Abdi Setia

Artikel Terkait

Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler

X