Warga Hadang dan Aniaya Petugas Pemakaman Covid-19, BPBD Jember Minta Perlindungan Hukum

- 23 Juli 2021, 15:20 WIB
Plt. Kepala BPBD Jember M. Djamil saat dikonfirmasi soal penganiayaan petugas pemakaman Covid-19.
Plt. Kepala BPBD Jember M. Djamil saat dikonfirmasi soal penganiayaan petugas pemakaman Covid-19. /Tim Portal Jember

PORTAL JEMBER - Sebanyak 8 petugas pemakaman Covid-19 TRC BPBD Jember dan sejumlah relawan dihadang dan dianiaya warga Desa Jatian, Kecamatan Pakusari. Pasalnya warga bermaksud untuk merebut jenazah seorang warga yang akan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Informasi itu disampaikan Plt. Kepala BPBD Jember M. Jamil saat rilis di Mako BPBD Jember Jalan Danau Toba, Kecamatan Sumbersari, Jumat siang 23 Juli 2021.

Jamil mengatakan, kejadian yang dialami anggotanya itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, 17 Juli 2021 kemarin.

Baca Juga: Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ungkap Fakta Makan Buah dan Sayur Bisa Kurangi Risiko Covid-19 Parah

Kala itu petugas pemakaman datang untuk memakamkan jenazah warga Desa Jatian dengan protokol Covid-19.

"Saat itu ada permintaan dari Camat Pakusari, perihal pemakaman warga setempat atas nama Ibu Anik yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah menjalani perawatan di RSD dr. Soebandi dan diminta untuk dipercepat pemakaman. Kejadiannya Sabtu malam (17/7). Tim yang berangkat adalah kelompok baru, terdiri dari tim organik dan sejumlah relawan," kata Jamil.

Saat itu, setiba di lokasi suasana ramai, dan masyarakat tampak kurang bersahabat dan bermaksud untuk merebut jenazah.

Baca Juga: Buya Yahya Menjelaskan Apakah Penghuni Kubur Bisa Mendengar Ketika Diziarahi dan Mendengar Percakapan di Dunia

"Nampaknya warga memaksa mengambil alih jenazah karena mau dimandikan. Saya tidak paham kenapa ada niatan itu. Padahal jenazah ini sudah dirawat dan sesuai protokol pemulasaran jenazah. Karena terkait perawatan jenazah sudah sesuai instruksi Menteri kesehatan, dan meninjau aspek-aspek hukum syariyah," ujar Jamil.

Halaman:

Editor: Jansilmi Nur Al-Zia


Tags

Artikel Terkait


Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X