Khawatir Perang Luar Angkasa, AS Tuduh Rusia telah Luncurkan Uji Coba Senjata Penghancur Satelit

- 24 Juli 2020, 17:15 WIB
Ilustrasi peluncuran satelit. /AFP/Kirill Kudryavtsev

PORTAL JEMBER - Rusia dituduh oleh Amerika serikat (AS) dan Inggris telah meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa.

Namun, satelit bernama Cosmos 2542 tersebut diklaim merupakan uji non-destruktif terhadap senjata anti-satelit berbasis ruang angkasa oleh Rusia.

Menanggapi itu, untuk pertama kalinya militer Amerika Serikat dan Inggris pun menganggap Rusia telah melakukan uji coba senjata penghancur satelit di luar angkasa.

Baca Juga: Turun! Update Emas Hari Ini, Jumat 24 Juli 2020, Harga Terbaru Logam Mulia Antam di Pegadaian

Bahkan, Pasukan Luar Angkasa AS yang baru didirikan oleh Presiden Donald Trump pada Desember 2019 mengaku memiliki bukti terhadap tuduhan kepada Rusia tersebut.

Militer AS menyebut pada 15 Juli 2020 negara bekas Uni Soviet itu menerbangkan sebuah benda ke luar angkasa yaitu satelit Cosmos 2542.

Dikutip Pikiran-rakyat.com dari The Sun, Cosmos 2542 milik Rusia pada awal tahun ini terlihat memata-matai satelit AS yang mengambil foto intelijen Bumi untuk Pentagon.

Baca Juga: Sayur Tiongkok Banjiri Pasar dalam Negeri, Petani Terpukul padahal Berpeluang Ekspor ke Jepang

Badan antariksa, Roscosmos mengatakan Cosmos 2542 diluncurkan pada 25 November 2019 merupakan bagian dari Angkatan Luar Angkasa Rusia dan basis pengujian besar.

Halaman:

Editor: Nila Zulva Rosyida

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X