Obat Dexamethasone dan Hydroxychloroquine Boleh Digunakan, Tapi Ada Syaratnya

- 30 Juni 2020, 07:01 WIB
ILUSTRASI Petugas medis mengambil sampel lendir seorang petugas kepolisian, saat swab test di Padang, Sumatera Barat, Minggu 31 Mei 2020.* /ANTARA/Iggoy el Fitra/foc

PORTAL JEMBER – Upaya untuk menangani pasien covid-19 terus dilakukan. Salah satunya adalah menggunakan obat dexamethasone dan hydroxychloroquine.

Tapi, untuk menggunakan obat ini harus ada sejumlah syarat. Salah satunya adalah direkomendasi oleh dokter, bukan atas keputusan pasien sendiri.

Dexamethasone adalah obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi, peradangan, serta penyakit autoimun.

Sedangkan hydroxychloroquine biasanya digunakan untuk menangani dan mencegah penyakit malaria. Namun, juga digunakan untuk menangani penyakit yang menyerang autoimun atau sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: Niatnya Ingin Sehat dengan Bersepeda, Malah 4 Meninggal Dunia di Yogyakarta

“Berdasarkan panduan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia atau WHO, dexamethasone adalah obat dalam kategori kortikosteroid, yang awalnya tidak direkomendasikan penggunaannya untuk pasien covid-19,” kata Dr. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K) selaku Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Ketua Umum PDPI pada dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin 29 Juni 2020.

Namun, kata dia, kini keliuar hasil riset yang terbaru dari Eropa yaitu Recovery (Randomised Evaluation of COVID-19 Therapy) trial yang menyebutkan dexamethasone memberikan dampak yang positif pada pasien-pasien dalam menurunkan mortalitas.

Baca Juga: Kekuatan Militer Indonesia Lebih Unggul dari Israel, Ini Alasannya

“Terutama, pada pasien yang menggunakan ventilator dan pasien-pasien yang menggunakan terapi oksigen (pasien berat),” jelas Agus, seperti dikutip PORTAL JEMBER dari laman resmi BNPB.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: BNPB


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X