Peneliti Temukan Lempeng Tektonik Raksasa di Samudra Hindia Terbelah Menjadi Dua

- 23 Mei 2020, 12:30 WIB
PETA yang menunjukkan Wharton Basin, tempat gempa berkekuatan 8,6 dan 8,2 pada tahun2012 (titik merah dan putih).*

Mengenai pergerakan lempeng tersebut, peneliti menemukan dua petunjuk yaitu dua gempa yang berasal dari tempat aneh di Samudra Hindia yang menunjukkan kekuatan yang mengubah lempeng Bumi.

Pada 11 April 2012, gempa berkekuatan 8,6 dan 8,2 melanda di bawah Samudera Hindia, dekat Indonesia. Gempa bumi tidak terjadi di sepanjang zona subduksi, di mana satu lempeng tektonik meluncur di bawah yang lain.

Sebaliknya, gempa ini berasal dari tempat yang aneh terjadi di tengah lempeng.

Baca Juga: 3 Ucapan Selamat Idul Fitri Bertema Corona, Layak Dikirim ke Kerabat dan Teman

Gempa bumi serta petunjuk geologis lainnya, menunjukkan bahwa beberapa jenis deformasi (perubahan) yang terjadi jauh di bawah tanah, di daerah yang dikenal sebagai Cekungan Wharton.

Deformasi ini tidak sepenuhnya tak terduga di lempeng India-Australia-Capricorn karena bukan satu kesatuan yang kohesif.

"Ini seperti teka-teki. Ini bukan satu piringan lempeng yang seragam. Ada tiga piringan yang, kurang lebih, diikat bersama dan bergerak dalam arah yang sama," kata Coudurier-Curveur.

Baca Juga: Waspada Kalap Makan Saat Lebaran, Berikut 4 Cara Alami Menurunkan Kadar Kolesterol

Diduga kuat, lempeng tektonik raksasa di bawah Samudra Hindia yang disebut pecah ini karena terjadi kesalahan strike-slip yang sama seperti di San Andreas Fault.
Kesalahan semacam ini membuat dua blok Bumi saling bergeser secara horizontal.

Menurut Coudurier-Curveur perpecahan lempeng ini terjadi karena bagian-bagian berbeda dari India-Australia-Capricorn bergerak dengan kecepatan yang berbeda.

Halaman:

Editor: Nila Zulva Rosyida

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X