Ilmuwan ingin Menambang Bulan untuk Bahan Bakar Roket

- 22 Mei 2020, 14:35 WIB
Ilustrasi bulan. /PIXABAY
 
PORTAL JEMBER - Suatu hari Bulan bisa digunakan seperti 'stasiun pengisian bahan bakar' untuk mengisi bahan bakar roket yang akan melakukan perjalanan ke Mars.
 
Hal ini menurut para peneliti yang beranggapan menambang es bulan bisa menjadi jawaban untuk membuat pesawat luar angkasa yang lebih ringan dan lebih murah. 
 
Bulan mengandung banyak zat langka dan logam mulia yang menjadi perhatian badan antariksa.
 
 
Namun, air, dalam bentuk es Bulan, bisa menjadi zat yang paling berguna dari semuanya.
 
Ini karena air dapat dipecah menjadi hidrogen dan oksigen dan elemen-elemen ini dapat digunakan untuk membuat bahan bakar roket.
 
Dikutip dari The Sun, mengubah es Bulan menjadi bahan bakar bisa berarti lepas landas dari Bumi bisa lebih murah dan ini bisa membuat perjalanan ke Mars dan daerah lain melewati Bulan lebih efisien.
 
 
NASA sebelumnya memperkirakan ada 600 juta metrik ton es bulan, meskipun agensi lain memperkirakan jumlahnya lebih tinggi.
 
Namun, air bulan sebenarnya tidak begitu mudah diakses dan para peneliti masih berusaha mencari tahu bagaimana hal itu bisa dilakukan.
 
Air di Bulan dikatakan seperti butiran-butiran kecil es yang dicampur sangat banyak ke dalam tanah.
 
 
Salah satu teori tentang cara mengekstraknya berasal dari George Sowers, seorang insinyur di Colorado School of Mines di AS.
 
Dalam sebuah makalah penelitian ia mengusulkan metode ekstraksi yang akan membutuhkan menara besar dengan cermin cekung terpasang.
 
Cermin-cermin ini akan menyinari sinar matahari ke tanah untuk memanaskannya.
 
 
Es di tanah kemudian akan menguap sebagai uap dan dikumpulkan dengan memasang tenda di atas area yang dipanaskan.
 
Kemudian akan mengembun menjadi air dan jatuh ke wadah aluminium, maka air akan membeku.
 
Baik astronot manusia atau robot kemudian dapat membawa air ke fasilitas pemurnian sehingga dapat dikonversi menjadi bahan bakar roket.
 
 
Metode serupa lainnya telah disarankan oleh para peneliti yang berbeda.
 
Namun, masih butuh waktu yang panjan sebelum metode seperti ini disempurnakan.
 
Proses pemurnian harus tepat, bisa saja bahan bakar tidak dapat digunakan atau bahkan meledak.
 
 
Semua mesin juga harus tahan terhadap radiasi dan suhu sangat dingin.
 
Es bulan cenderung ditemukan di kawah dan bagian gelap Bulan, termasuk kutub.
 
Memiliki astronot yang bekerja di wilayah ini untuk jangka waktu yang lama akan datang dengan masalah sendiri.
 
Suhu di dekat kawah bisa sekitar -233,15 derajat Celcius (-387,7 derajat Farrenheit).
 
 
Meskipun demikian, badan-badan luar angkasa dari seluruh dunia berharap untuk mendirikan pangkalan Bulan dan melihat ke penambangan Bulan dalam waktu dekat.
 
NASA bahkan telah mengusulkan aturan "zona aman" netral antara pangkalan Bulan untuk menghindari konflik antara perusahaan dan negara. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X