Perdana Menteri Mundur, PBB Desak Lebanon Bentuk Pemerintahan Baru Secepatnya

- 12 Agustus 2020, 18:20 WIB
Ilustrasi Ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon //SCMP

PORTAL JEMBER - Peristiwa ledakan yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon beberapa waktu lalu menjadi perhatian dunia hingga badan internasional PBB.

Ledakan yang terjadi pada 4 Agustus 2020 tersebut disebabkan lebih dari 2.570 ton amonium nitrat yang menyebabkan 163 orang tewas serta lebih dari 6000 orang luka-luka. Sebagian besar bangunan di Beirut juga hancur.

Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab beserta kabinetnya menyatakan mengundurkan diri setelah mengalami malapetaka besar dan keruntuhan ekonomi serta sosial.

Baca Juga: Wujud Netralitas, Jokowi Pilih Tak Injakkan Kaki Sebelum Rampung Karena Gibran Maju Pilkada Solo

Diab mengumumkan keputusan tersebut pada 10 Agustus 2002 waktu malam setempat di sebuah pidato yang sedang siaran langsung TV.

"Saya hai ini menyatakan pemerintah mengundurkan diri. Semoga Tuhan menyelamatkan Lebanon. Hari ini kami menuruti kehendak rakyat untuk meminta pertanggung jawaban kepada mereka yang bertanggung jawab atas bencana tersembunyi selama 7 tahun ini dan keinginan mereka untuk mewujudkan perubahan," tambahnya.

Pengunduran diri Diab dan jajarannya keluar setelah melakukan rapat darurat. Banyak warga Lebanon yang meminta perombakan total atas pemerintahan yang tengah berlangsung.

Baca Juga: 5 Tanaman Hias yang Cocok untuk Pemula di Bawah Rp100 Ribu

Presiden Lebanon, Michel Aoun menerima pengunduran diri Diab. Akan tetapi Diab diminta menjadi pelaksana dan juru kunci sementara hingga kabinet baru terbentuk.

Mengetahui hal ini, Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Jan Kubis meminta agar pihak berwenang segera membentuk pemerintahan baru.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayati

Sumber: Warta Ekonomi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X