Serang Balik Donald Trump, TikTok Ancam Gunakan Jalur Hukum untuk Pulihkan Reputasi Bisnisnya

- 8 Agustus 2020, 09:15 WIB
TikTok ancam akan tuntut pemerintahan Donald Trump .* /AFP/Tolga Akmen via Bussiness Insider/

PORTAL JEMBER - Perseteruan antara Donald Trump dan TikTok terus berlanjut. Dengan alasan keamanan nasional, Trump melarang TikTok di negaranya.

Ancaman ini ditanggapi dengan perlawanan oleh TikTok karena dianggap merusak kepercayaan bisnis mereka di kancah global.

TikTok mengancam akan melakukan tindakan hukum terhadap Presiden Donald Trump karena melarang aplikasi media sosial China melakukan bisnis dengan perusahaan Amerika Serikat (AS).

Aplikasi ini telah menjadi pusat perang teknologi antara AS dan China. Washington telah mengancam akan melarang TikTok di AS karena masalah keamanan nasional.

AS menuding aplikasi tersebut dapat memungkinkan Beijing untuk memata-matai pegawai dan kontraktor pemerintah AS, mengumpulkan data pribadi untuk pemerasan, melakukan spionase perusahaan, dan digunakan untuk "kampanye disinformasi" yang menguntungkan pemerintah China.

Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Perencana Keuangan Ingatkan Siapkan Uang Tunai dan Tunda Kebutuhan Gaya Hidup

TikTok membantah tuduhan tersebut, dan Beijing telah menentang aturan pelarangan tersebut, dengan mengatakan akan membela hak dan kepentingan sah bisnis China.

TikTok mengatakan pihaknya "terkejut" dengan aturan tersebut. Disebutkan "tidak ada proses hukum atau kepatuhan terhadap hukum" dari pemerintahan Trump.

"Aturan ini berisiko merusak kepercayaan bisnis global pada komitmen Amerika Serikat terhadap supremasi hukum, yang telah menjadi magnet bagi investasi dan memacu pertumbuhan ekonomi Amerika selama beberapa dekade," kata TikTok dalam sebuah posting blog.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X