AS Menilai Buruk Aplikasi TikTok, PM Australia: Tidak Ada Bukti Bahwa Ada Penyalahgunaan Data

- 5 Agustus 2020, 20:35 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison. //BBC

PORTAL JEMBER - Beberapa waktu lalu, Amerika Serikat (AS) sempat mempermasalahkan dan mencurigai bahwa data TikTok dapat diakses oleh pemerintah Tiongkk.

Bahkan, Presiden AS, Donald Trump sudah berencana untuk melarang aplikasi yang sedang populer tersebut.

TikTok juga sempat diminati untuk dibeli sejumlah investor hingga pihak Microsoft.

Baca Juga: Bukan Hanya Seungri dan Jimin, 5 Idola K-Pop Ini Mungkin Tidak Akan Pernah Terlihat di Panggung Lagi

Namun, justru berbeda dengan pemerintah AS, Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menanggapi berbeda mengenai TikTok.

Ia mengatakan bahwa tidak ada bukti TikTok menyalahgunakan data ratusan juta penggunanya.

"Kami telah melihat dengan baik hal ini, dan tidak ada bukti bagi kami bahwa ada penyalahgunaan data orang," kata dia dalam pertemuan Forum Keamanan Aspen di Aspen, Colorado, AS, pada Selasa, 4 Agustus 2020, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari SCMP.

Baca Juga: Beirut Lebanon Berduka, Ledakan Besar Terjadi di Gudang Penyimpanan Bahan Kimia Peledak

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran-Rakyat.com dengan judul "Berbeda dengan AS, PM Australia Sebut TikTok Tidak Ada Bukti Salah Gunakan Data Pengguna"

Halaman:

Editor: Nila Zulva Rosyida

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X