Perang Tiongkok - Amerika di Laut China Selatan Bisa Meletus, Pemerintah Perlu Fokus ke Natuna

- 4 Agustus 2020, 17:35 WIB
AS ancam lakukan balasan jika Tiongkok melanggar kebebasan navigasi internasional di Laut China Selatan. / PIXABAY /


PORTAL JEMBER - Ketegangan yang meningkat antara Amerika dan Tiongkok dapat bereskalasi menjadi konflik terbuka di Laut China Selatan.

Kemungkinan meletusnya perang terbuka antara dua negara yang bertikai tersebut perlu diantisipasi oleh negara-negara di sekitar kawasan tersebut.

Terutama oleh negara di kawasan Asia Tenggara yang akan terdampak konflik, termasuk Indonesia.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat, Syarief Hasan, meminta pemerintah Indonesia untuk siap siaga mengantisipasi jika terjadi hal yang tak diinginkan.

Syarief Hasan mengatakan bahwa Indonesia tentunya tidak menginginkan terjadi perang terbuka di Laut China Selatan.

 Baca Juga: Kaya Mendadak, Penambang di Tanzania Ini Temukan Bongkahan Batu Permata Bernilai Puluhan Miliar

Namun segala kemungkinan perlu dilakukan oleh pemerintah, termasuk meningkatkan kesiapsiagaan di Laut Natuna Utara.

"Indonesia tidak menginginkan terjadi adanya perang terbuka di Laut China Selatan karena seluruh negara Asia Tenggara akan merasakan dampaknya, termasuk Indonesia. Sehingga, untuk itu perlu perhatian khusus dalam membangun kekuatan militer untuk meminimalisir bahkan mencegah terjadi perang terbuka," kata Syarief Hasan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin 3 Agustus 2020.

Perseteruan antara dua negara besar yakni Tiongkok dan Amerika Serikat menyebabkan konflik di Laut China Selatan. Tiongkok yang membuat klaim sepihak terhadap Laut China Selatan berdasarkan nine dash line menyebabkan Amerika Serikat turut ikut campur.

Menurut Syarief Hasan, kondisi ini juga mungkin berpotensi menjadi perang terbuka di Laut China Selatan.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia

Sumber: ANTARA


Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X