Banyak Orang Takut Swab Test, Peneliti Sebut Perubahan Suara Bisa jadi Alat Deteksi Baru Covid-19

- 11 Juli 2020, 21:02 WIB
Seorang petugas mengumpulkan sampel swab test dari seorang pria India di fasilitas pengujian sementara. /XAVIER GALIANA/AFP

PORTAL JEMBER - Kasus positif Covid-19 di Indonesia terbilang lamban terdeteksi. Salah satu sebabnya, pengujian Covid-19 di negara kita belum semasif di negara-negara lain.

Pengujian untuk Covid-19 saat ini dilakukan dengan melibatkan sampel air liur yang ada di tenggorakan atau usap bagian dalam hidung.

Tes yang disebut swab ini terkesan horor bagi banyak orang. Prosesnya cukup rumit dan kurang nyaman. Harganya pun lumayan.

Secercah harapan muncul dari sebuah studi penelitian mengenai Covid-19, yang mengatakan mungkin untuk mengetahui seseorang terinfeksi virus corona sesederhana mendengarkan suara sendiri.

Baca Juga: Usai Meneliti Kontroversi Masa Iddah Perempuan, Peneliti Ini Akhirnya Menjadi Mualaf

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman SCMP, para peneliti di MIT percaya perubahan suara orang mungkin mengindikasikan apakah mereka telah terinfeksi atau tidak.

Melakukan analisis data audio dari pembawa virus corona asimptomatik, para peneliti MIT Lincoln Laboratory telah mengusulkan cara untuk mendeteksi tanda-tanda Covid-19.

Untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19, suara perlu dianalisis oleh komputer, karena perubahannya terlalu halus untuk ditangkap oleh telinga manusia.

Tes dilakukan para peneliti dengan menggunakan video dari lima operator dari konferensi pers dan wawancara yang diposting ke YouTube, Instagram dan Twitter.

Halaman:

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X