Tiongkok Minta Amerika Perbaiki Kesalahan dan Menghentikan Penindasan Politik

- 1 Juli 2020, 20:35 WIB
Lijian Zhao Juru Bica Kementrian Luar Negeri Tiongkok //@MFA_China

PORTAL JEMBER - Amerika Serikat dan Tiongkok telah terlibat dalam serangkaian tindakan balas dendam yang melibatkan para jurnalis dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa media Amerika Serikat (AS) diminta oleh pemerintahan Tiongkok pada Rabu 1 Juli 2020 untuk mengirim informasi mengenai operasi negara mereka.

Sebelumnya, dikatakan oleh Pemimpin redaksi surat kabar Global Times Tiongkok bahwa Beijing akan mengumumkan pembatasan timbal balik di outlet media Amerika Serikat di negaranya.

Baca Juga: Akhirnya Terjawab! Ini Kata Jimin Alasan V BTS Jadi Jarang Bicara dan Keluar Bertemu Member Lain

Sejumlah media seperti Associated Press, Radio Publik Nasional, CBS, dan kantor berita United Press International (UPI) telah ditunjuk oleh Juru bicara kementerian, Zhao Lijian untuk menyerahkan informasi tertulis dalam waktu tujuh hari.

Informasi tersebut terkait staff mereka, operasi keuangan dan real estate di Tiongkok.

"Kami mendesak Amerika Serikat untuk segera mengubah haluan, memperbaiki kesalahannya, dan menghentikan penindasan politik dan pembatasan media Tiongkok yang tidak masuk akal," ujar Zhao dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam Reuters.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran-Rakyat.com dengan judul "Iming-imingi Timbal Balik, Tiongkok Minta Amerika Serikat Muat Berita Operasi Negara"

Baca Juga: Khusus Zona Hijau Masuk Sekolah Mulai 13 Juli 2020, Siswa Hanya Masuk 3 Hari dalam Seminggu

Halaman:

Editor: Nila Zulva Rosyida

Sumber: Pikiran-Rakyat.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X