Pria Muslim Gugat 2 Perusahaan ke Pengadilan Lantaran Tak Diizinkan Salat 5 Waktu Saat Jeda Kerja

- 29 Juni 2020, 14:43 WIB
Ilustrasi salat. //PIXABAY/(Pixabay)

PORTAL JEMBER – Sebuah gugatan atas tuduhan diskriminasi agama dilayangkan oleh seorang pria muslim yang diberhentikan dari pekerjaannya  setelah memohon kepada pimpinan agar diizinkan melaksanakan salat lima waktu.

Hal tersebut dialami oleh pria muslim yang ada di Indianapolis, Amerika Serikat (AS) pada akhir 2019 lalu.

Dikutip dari Indy Star, pria muslim yang diketahui bernama E’Lon Brown berusia 37 tahun menyebut dua perusahaan telah melakukan diskriminasi dengan cara tak memberi izin untuk mengambil jeda di sela-sela jam kerja untuk datang ke masjid menghadiri salat jumat saat itu.

Baca Juga: Niatnya Ingin Sehat dengan Bersepeda, Malah 4 Meninggal Dunia di Yogyakarta

Kedua perusahaan itu bernama Automatic Distributors Corp dan StaffMax.

Brown melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Ketenagakerjaan Amerika Serikat serta Komisi Hak Sipil di Indiana pada Senin, 22 Juni 2020.

Saat itu Brown bekerja sebagai petugas pengemasan barang untuk Automatic Distributors melalui agen kepegawaian yakni perusahaan StaffMax.

Baca Juga: Jungkook Pernah Menangis Saat Acara BTS, Ternyata Penyebabnya Soal Tulisan untuk Army

Mendengar laporan Brown kepada perusahaannya, Martin Cain yang merupakan pimpinan StaffMax membantah tuduhan tersebut dan mengatakan pihaknya tidak pernah menyatakan larangan itu kepada Brown.

Halaman:

Editor: Nila Zulva Rosyida

Sumber: Pikiran Rakyat Bekasi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X