Tak Sejalan dengan Donald Trump, Rencana Kerahkan Militer Ditolak Menhan Amerika Serikat

- 4 Juni 2020, 21:25 WIB
Donald Trump (kiri) dan Menteri Pertahanan Mark Ester(kanan) /AFP

PORTAL JEMBER - Kerusuhan di Amerika Serikat masih terjadi hingga detik ini akibat polisi yang menjadi tersangka pembunuhan George Floyd.

Sejumlah masyarakat dari seluruh elemen memprotes dan mengecam Gedung Putih agar presiden bertindak adil.

Namun, justru Donald Trump selaku presiden malah mengancam warganya dengan senjata dan Anjing ganas.

Baca Juga : Barack Obama Mengirim Pesan kepada Pemuda dan Pemudi Kulit Hitam AS: Kalian Penting!

Mark Esper sebagai Menteri Pertahanan pada Rabu, 3 Juni 2020 mengatakan ia tidak mendukung pemberlakuan Undang-Undang Huru-Hara, yang memungkinkan tentara aktif dikerahkan guna mengakhiri aksi pengunjuk rasa.

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Tasikmalaya.Pikiran-Rakyat.com dengan judul "Tak Semazhab dengan Trump, Menhan AS Tolak Rencana Pengerahan Militer untuk Akhiri Protes Nasional"

Esper tetap menyampaikan pesan ini meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menggunakan militer untuk menghadapi pengunjuk rasa.

Donald Trump pada minggu ini mengatakan ia dapat mengerahkan pasukan militer di negara bagian yang dinilai gagal mengendalikan aksi massa.

Baca Juga : Divisi K-Pop Anonymous Minta Para Fans untuk Bantu Protes Kematian George Floyd

Ribuan warga Amerika Serikat beberapa hari terakhir turun ke jalan memprotes tewasnya seorang warga kulit hitam, George Floyd oleh seorang anggota kepolisian Minneapolis, Derek Chauvin.

Halaman:

Editor: Nurul Hidayati

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X