Hacker Anonymous Memulai Beberapa Serangan Tanggapi Kematian George Floyd

- 2 Juni 2020, 12:35 WIB
Ilustrasi Hacktivist Anonymous. /Unsplash
 
PORTAL JEMBER - Kematian George Floyd di Minneapolis yang cuplikan videonya sudah tersebar di mana-mana mendatangkan gelombang protes warga AS.
 
Mereka mengadakan protes sebagai bentuk solidaritas kepada George dan untuk menyuarakan masalah rasisme di AS tak kunjung membaik.
 
Sebagian dari protes tersebut berubah menjadi kerusuhan saat para pemrotes bentrok dengan pasukan keamanan negara.
 
 
Di tengah kerusuhan yang melanda AS dan juga protes yang menyebar hingga ke negara-negara Eropa, hacker Anonymous menampakkan diri mereka dalam sebuah video di Facebook.
 
Kelompok ini sebelumnya sering muncul di berita, namun tak pernah terlihat lagi dalam beberapa tahun terakhir.
 
Mereka biasanya menarget orang-orang atau pihak tertentu yang dituduh melakukan ketidakadilan dengan melancarkan serangan siber.
 
 
Kini, Anonymous telah muncul ke permukaan dan berjanji untuk mengungkap banyaknya kejahatan yang dilakukan pihak kepolisian di kota Minneapolis.
 
Terdapat beragam serangan siber yang dianggap berasal dari para hacker yang mengaku sebagai anggota Anonymous, sebagaimana dilansir PORTAL JEMBER dari BBC, 1 Juni 2020.
 
Seperti yang terjadi di situs resmi kantor polisi Minneapolis yang sementara dibuat offline selama akhir pekan.
 
 
Kejadian tersebut diduga menggunakan serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang membanjiri situs dengan data sehingga tak mampu bekerja.
 
Caranya mirip dengan situs kampus yang diakses oleh hampir seluruh mahasiswa dalam waktu yang bersamaan sehingga tak bisa diakses karena saking banyaknya data.
 
Selanjutnya, halaman di situs sebuah badan kecil PBB telah diubah tampilannya untuk mengingat kembali George.
 
 
Konten di dalamnya menjadi hitam dengan logo Anonymous di atas, ungkapan "beristirahat dalam kekuasaan George Floyd!", dan foto George saat masih hidup.
 
Para hacker yang terkenal dengan topeng Guy Fawkes ini juga menyebarkan tuduhan-tuduhan lama terhadap Presiden Donald Trump.
 
Mereka mengambil data tersebut dari dokumen-dokumen pengadilan yang secara sukarela dicabut oleh pendakwa sebelum Trump masuk persidangan.
 
 
Ini bukan pertama kalinya kelompok Anonymous merespons permasalahan ras yang terjadi di AS.
 
Mereka pernah mengancam kantor pemerintahan kota Missouri saat terjadi protes besar di sana yang meluas secara nasional karena tewasnya warga AS bernama Michael Brown dari luka tembak pada tahun 2014.
 
Di tahun yang sama, Anonymous juga pernah menyatakan perang dengan kelompok rasis Ku Klux Klan (KKK) dengan merilis informasi personal tentang anggota kelompok tersebut online. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X