Kembang Api Kejutan Hibur Warga Jepang di Tengah Pandemi Covid-19

- 2 Juni 2020, 07:45 WIB
Kembang api kejutan yang ditujukan untuk menghibur warga Jepang. /cheeruphanabi.com
 
 
PORTAL JEMBER - Kembang api kejutan telah diluncurkan di seluruh Jepang untuk menghibur warga di tengah pandemi covid-19.
 
Penyebaran pandemi covid-19 telah membuat negara-negara maju seperti AS dan Jepang melakukan kebijakan pembatasan sosial.
 
Kebijakan itu kemudian berdampak pada perekonomian dan psikologis warga karena tak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
 
 
Di Jepang, jumlah kasus covid-19 mencapai 16.851 dengan 891 korban jiwa, berdasarkan rekam jejak covid-19 dari World of Meters.
 
Penambahan kasus di Jepang telah mengalami penurunan drastis setelah memasuki bulan Mei, sedangkan peningkatan kasus yang cukup tinggi terjadi sepanjang bulan April.
 
Dilansir PORTAL JEMBER dari BBC, 1 Juni 2020, peluncuran kembang api dilakukan di lokasi tersembunyi dan berlangsung selama lima menit sejak pukul 8.00 malam.
 
 
Batasan waktu tersebut bertujuan untuk mencegah terlalu banyak orang yang berkerumun demi menyaksikan kembang api.
 
Meski demikian, durasi lima menit cukup untuk menarik perhatian para warga yang belum mengetahui kembang api tersebut dan sedang berada di rumah masing-masing atau di jalanan.
 
Di Tokyo, ibu kota Jepang, orang-orang dengan masker dapat terlihat berkerumun sementara untuk melihat pemandangan spektakuler dari kembang api.
 
 
Puluhan pengusaha kembang api di seluruh Jepang berpartisipasi dalam agenda yang mereka sebut "Kembang Api Ceria".
 
Usaha mereka sedang kesulitan di tengah pandemi karena acara-acara tradisional yang terpaksa dibatalkan untuk mencegah penyebaran covid-19.
 
Selain itu, penundaan Olimpiade Tokyo 2020 merupakan pukulan keras untuk usaha mereka selama berbulan-bulan menyiapkan kembang api demi acara tersebut.
 
 
Salah satu pengusaha kembang api itu bernama Kouhei Ogatsu, pria berusia 38 tahun yang membeberkan rencana perusahaan kembang api untuk menghibur masyarakat yang banyak berubah karena covid-19.
 
"Tentu saja, saya tidak berpikiran bahwa virus corona bisa menghilang dengan kembang api kami," kata Ogatsu.
 
"Tapi, kami ingin melakukan ini dan berharap sesuatu yang baik bisa datang darinya," imbuhnya, sebagaimana dikutip dari BBC.
 
 
Meski kondisi darurat covid-19 telah resmi diangkat, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta warga Jepang agar tetap waspada dan menyesuaikan diri dengan gaya hidup yang baru. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X