Terkait Postingan Trump, Karyawan Facebook Angkat Bicara Menentang Kebijakan Perusahaan 

- 2 Juni 2020, 11:19 WIB
Facebook. /Pixabay

PORTAL JEMBER - Karyawan Facebook yang biasanya menghindar dari mengkritik perusahaan secara terbuka.
 
Minggu ini tampaknya mereka sudah kehilangan kesabaran atas kebijakan perusahaannya dalam merespon pernyataan presiden AS Donald Trump.
 
Dalam sebuah langkah yang tidak biasa, banyak karyawan telah beralih ke Twitter untuk mengkritik cara Facebook menangani perdebatan seputar kebencian, kebebasan berekspresi, dan tanggung jawab moral platform untuk memoderasi konten yang muncul.
 
 
Beberapa kritikus terkenal dari dalam Facebook termasuk Jason Stirman, yang bekerja dalam penelitian dan pengembangan di Facebook, dia menulis:
 
“Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan, tetapi saya tahu, tidak melakukan apa-apa adalah hal yang tidak dapat diterima," tulisnya
 
"Saya seorang karyawan FB yang sepenuhnya tidak setuju dengan keputusan Mark untuk tidak melakukan apa pun tentang posting terbaru Trump, yang jelas-jelas memicu keributan. Saya tidak sendirian di dalam FB. Tidak ada posisi netral dalam rasisme," tambahnya.
 
 
Dikutip dari Digital Trends, karyawan lain seperti Jason Toff, direktur manajemen produk di Facebook, mengatakan bahwa banyak orang di dalam perusahaan merasakan hal yang sama. 
 
"Saya bekerja di Facebook dan saya tidak bangga dengan bagaimana kami muncul, mayoritas rekan kerja yang saya ajak bicara merasakan hal yang sama. Kami membuat suara kami didengar," tulis Toff
 
Toff menyuarakan dukungan untuk pesaing Facebook yaitu Twitter, menulis bahwa, "Saya senang melihat @Twitter mengambil tindakan," merujuk pada pemblokiran tweet Trump yang mempromosikan kekerasan. "Tidak mengambil tindakan adalah tindakan itu sendiri."
 
 
Brandon Dail, seorang interface engineer di Facebook, jelas keberatan: "Kecewa, sekali lagi, saya perlu menyebut ini: Pernyataan Trump di Facebook menjijikkan dan harus benar-benar ditandai atau dihapus dari platform kami. Saya pasti tidak setuju dengan kebijakan yang sebaliknya(tidak menghapus postingan)."
 
Dail juga menekankan perlunya karyawan Facebook yang lain untuk berbicara. 
 
"Hal ini hanya mampu dilakukan oleh sebagian kecil karyawan, saya mengerti bahwa menjadi karyawan membuat saya terlibat," katanya.
 
 
"Tetapi saya melakukan apa yang saya bisa untuk menyuarakan masalah ini secara internal juga. Saya minta maaf kepada semua orang karena kebijakan ini menyakitkan," tambahnya.
 
Menanggapi kritik semacam ini, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan, "Saya tahu Facebook perlu berbuat lebih banyak untuk mendukung kesetaraan dan keamanan bagi Black community melalui platform kami."
 
Dia juga berjanji untuk menyumbangkan 10 juta dolar AS kepada kelompok-kelompok yang bekerja untuk keadilan rasialisme.
 
 
Namun, ini tidak mungkin cukup untuk meredakan kritik terhadap kebijakan situs. ***

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X