Para Ahli Khawatir Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Akan Melonjak Beberapa Waktu ke Depan

- 2 Juni 2020, 07:51 WIB
Seorang anggota polisi dari NYPD menahan pengunjukrasa yang ikut ambil bagan dalam pawai menentang kematian George Floyd di tahanan kepolisian Minneapolis, di Brooklyn, New York City, AS, Jumat 29 Mei 2020. /ANTARA/Reuters/Eduardo Munoz

PORTAL JEMBER - Hingga kini, kerusuhan meledak di berbagai kota di Amerika Serikat saat seorang warga kulit hitam tewas yang bernama George Floyd.

George Floyd tewas usai dirinya yang direbahkan seorang polisi kulit putih dengan leher dijepit menggunakan lutut.

Di video yang viral itu, Floyd sampai merintih dan meminta tolong karena tidak bisa bernapas yang akhirnya membuat warga kulit hitam tewas ini tewas.

Baca Juga: Cukup Dua Jam, Lumajang Sudah Bisa Mengetahui Hasil Tes Swab

Peristiwa inilah yang akhirnya memicu kerusuhan hampir sepekan terakhir di Amerika Serikat.

Saat Amerika Serikat masih menjadi negara tertinggi kasus positif COVID-19 di dunia, demonstrasi pun tetap berlangsung.

Per Senin, 1 Juni 2020 terbilang ada 1.837.170 orang terinfeksi positif virus corona seperti dilansir dari laman Pikiran Rakyat yang mengutip laman World O Meter.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran Rakyat dengan judul: Masih Jadi Peringkat Tertinggi COVID-19, AS Berpotensi Alami Gelombang Baru akibat Demonstrasi Flyod

Baca Juga: Gubernur Jatim Minta Kabupaten Se-Jatim Siap Hadapi Waktu Tanam di Musim Kemarau

Halaman:

Editor: Edy Pranoto

Sumber: Pikiran Rakyat


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X