Dua Wartawan Reuters Tertembak Peluru Karet Saat Meliput Kerusuhan di Minneapolis, Amerika Serikat

- 1 Juni 2020, 06:41 WIB
Petugas kepolisian terlihat di tengah gas air mata ketika pengunjuk rasa terus melakukan unjuk rasa terhadap kematian George Floyd di tahanan polisi Minneapolis di Minnesota, Amerika Serikat, 30 Mei 2020. /ANTARA/Reuters/Leah Millis

PORTAL JEMBER - Upaya memadamkan unjuk rasa buntut dari tewasnya warga sipil kulit hitam di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, mulai memakan korban dari kalangan wartawan.

Saat meliput kerusuhan di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, dua wartawan Reuters tertembak peluru karet.

Hal itu terjadi saat sejumlah anggota kepolisian berpindah ke wilayah yang dipenuhi sekitar 500 penunjuk rasa di wilayah barat daya kota sesaat setelah jam malam berlaku pada pukul 20.00.

Baca Juga: Solar Dynamics Observatory NASA Lihat Semburan Api Matahari Terbesar Sejak 2017  

Rekaman video yang diambil juru kamera Julio-Cesar Chavez menunjukkan seorang polisi mengarahkan senjatanya ke dia saat polisi mulai menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan massa.

"Seorang polisi yang saya rekam memutar senjatanya dan mengarahkannya langsung ke saya," kata Chavez, seperti dikutip dari Antara, Minggu 31 Mei 2020.

Baca Juga: BTS FESTA 2020 Dibuka Besok, Berikut Rangkaian Acaranya Selama Bulan Juni

Beberapa menit setelahnya, Chavez dan penasihat keamanan Reuters, Rodney Seward, kena tembak peluru karet saat mereka berusaha berlindung dekat pom bensin.

Dalam rekaman video itu, mereka berlari untuk berlindung dan beberapa suara tembakan terdengar. Seward juga berseru, "Saya kena tembak peluru karet di wajah."

Baca Juga: Waspada! Ini Modus Penipuan Baru Hacker Untuk Meretas Akun WhatsApp

Saat ditanya mengenai insiden itu, juru bicara Kepolisian Kota Minneapolis, John Elder, hanya meminta salinan video dan tidak membuat pernyataan apa pun.

Dalam rekaman yang sama, Seward kemudian dirawat oleh seorang petugas medis dekat lokasi kejadian. Area di bawah mata kirinya terluka.

Dua pria itu terluka di bagian lengan, sementara Chavez kena luka di bagian belakang leher.

Baca Juga: HP Anda Terendam Air, Perhatikan Langkah Berikut Ini untuk Menyelamatkannya

Wartawan Reuters yang kena tembak peluru karet menggunakan atribut sebagai jurnalis. Chaves tengah memegang kamera dan mengalungi kartu persnya, sementara Seward memakai rompi antipeluru dengan label pers yang terlihat.

Insiden itu merupakan serangan terbaru yang dialami wartawan saat meliput aksi massa di Amerika Serikat setelah George Floyd, seorang warga kulit hitam tewas terbunuh oleh seorang anggota kepolisian, Derek Chauvin. Pelaku pembunuhan saat ini telah dicopot dari kesatuannya dan menerima dua tuntutan pidana.

Baca Juga: KABAR BAIK! Anak Nakes yang Tangani Covid-19 Diberi Kuota Khusus PPDB SMA/SMK Negeri

Sebelumnya, seorang wartawan CNN berkulit hitam juga ditangkap anggota kepolisian saat tengah meliput unjuk rasa di Minneapolis, Jumat (29/5).

Tidak hanya itu, seorang reporter televisi di Louisville, Kentucky, juga sempat berteriak, "Saya tertembak", saat ia tengah terekam dalam siaran langsung, Jumat. Wartawan itu kemungkinan kena lemparan bola merica.

Baca Juga: Cara Mematikan Autoplay Video Twitter dari Browser dan HP

Kepolisian Louisville meminta maaf atas insiden tersebut.

Komite Jurnalis untuk Kebebasan Pers menerima 10 laporan kekerasan dan ancaman yang diterima wartawan saat meliput unjuk rasa, demikian laporan dari New York Times.***

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: Antara


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X