Unjuk Rasa di Amerika Serikat Berujung Ricuh, KJRI Chicago Sebut Tidak Ada WNI yang Jadi Korban

- 31 Mei 2020, 21:35 WIB
Seorang pengunjuk rasa merusak bangunan O'Reilly's di dekat kantor polisi Third Precinct di Minneapolis. Di lokasi itu, para pengunjuk rasa berkumpul setelah seorang polisi kulit putih tertangkap video sedang menjepitkan lututnya ke leher seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd, yang kemudian meninggal dunia di rumah sakit, di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Rabu (27/5/2020). (ANTARA/REUTERS/NICHOLAS PFOSI/TM )

 

PORTAL JEMBER - Seorang pria kulit hitam bernama George Floyd meninggal akibat pembunuhan oleh polisi Amerika Serikat.

Kemarahan atas kematian George Floyd telah memicu gelombang unjuk rasa disertai kerusuhan di Amerika Serikat saat ini.

Di sisi lain, warga negara Indonesia (WNI) kurang lebih 1.990 atau hampir 2.000 tinggal di dekat lokasi demonstrasi.

Baca Juga: Waspada! Ini Modus Penipuan Baru Hacker Untuk Meretas Akun WhatsApp

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah unjuk rasa yang terjadi di Amerika Serikat berujung ricuh dan menyebabkan setidaknya dua warga sipil tewas, seperti yang dilansir dari Antara.

Di samping beberapa anggota kepolisian terluka, sejumlah toko dijarah massa, dan fasilitas umum rusak.

Informasi itu diperoleh dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago lewat pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2020.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Pikiran Rakyat dengan judul: KJRI Chicago Sebut Tidak Ada WNI Korban Kerusuhan Demonstrasi Pembunuhan Floyd oleh Polisi AS

Baca Juga: HP Anda Terendam Air, Perhatikan Langkah Berikut Ini untuk Menyelamatkannya

Halaman:

Editor: Edy Pranoto

Sumber: Pikiran Rakyat


Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X