Polisi Israel Bunuh Seorang Warga Palestina Cacat Mental Tak Bersenjata di Yerusalem Timur

- 31 Mei 2020, 20:25 WIB
Tentara Israel.*


 
PORTAL JEMBER - Polisi Israel telah menembak dan membunuh seorang warga Palestina tak bersenjata di dekat Kota Tua di Yerusalem Timur yang diduduki.
 
Pria yang terbunuh, Iyad el-Hallak yang berusia 32 tahun, menghadiri dan bekerja di sebuah sekolah untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus di Kota Tua, dekat dengan tempat ia ditembak pada Sabtu, 30 Mei 2020 pagi, menurut kantor berita Palestina Wafa.
 
Seorang kerabat, yang berbicara kepada kantor berita The Associated Press, mengatakan el-Hallak cacat mental dan sedang menuju ke sekolah.

Baca Juga: Dua Mobil Polisi Tabrak Demonstran Mengecam Pembunuhan Floyd di New York
 
Juru bicara kepolisian Israel Micky Rosenfeld mengatakan para petugas melihat tersangka dengan benda mencurigakan yang terlihat seperti pistol.
 
Mereka memanggilnya untuk berhenti dan mulai mengejarnya dengan berjalan kaki, selama pengejaran petugas juga menembaki tersangka.
 
Rosenfeld menambahkan bahwa tidak ada senjata yang ditemukan di daerah itu, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: HP Anda Terendam Air, Perhatikan Langkah Berikut Ini untuk Menyelamatkannya
 
Setelah penembakan itu, polisi Israel menutup Kota Tua dan media setempat melaporkan bahwa petugas medis dilarang memasuki daerah itu.
 
"Seorang sumber dari Palestina mengatakan dia ditembak oleh beberapa peluru dan bahwa dia ditinggalkan di tanah berdarah untuk sementara waktu sampai dia meninggal," kata Wafa.
 
Polisi juga menggerebek rumah el-Hallak di lingkungan Wadi Joz, tempat anggota keluarganya diinterogasi.

Baca Juga: Ternyata Pangeran Charles dan Putri Diana Pernah Menangis Bareng di Sofa, Ini Alasannya
 
Harian Israel Haaretz mengatakan anggota keluarga el-Hallak membantah tuduhan bahwa dia membawa senjata. Keluarga mereka juga mengatakan, dia tidak mampu melukai siapa pun.
 
Mereka mengatakan jenazah el-Hallak dipindahkan ke Lembaga Forensik Abu Kabir di Tel Aviv.
 
Tempat di mana tubuh warga Palestina terbunuh dalam dugaan serangan terhadap Israel, pihak berwenang juga belum memberi mereka rincian lebih lanjut.

Baca Juga: Jangan Dicoba Ya! Ini 5 Alasan Suami Tak Perlu Berdebat dengan Istri
 
Lembaga ini terkenal sebagai tempat organ dan bagian tubuh Palestina diambil.
 
Penembakan itu terjadi sehari setelah tentara Israel membunuh seorang warga Palestina di dekat kota Ramallah, Tepi Barat yang mereka kuasai.
 
Mereka menduga ada orang yang telah berusaha menabrak mereka dengan kendaraannya. Tidak ada warga Israel yang terluka dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Gubernur Perpanjang Masa Belajar Siswa SMA dan SMK di Jawa Timur
 
Sejumlah kelompok hak asasi manusia lokal dan internasional mengatakan kekhawatirannya, bahwa pasukan keamanan Israel telah menggunakan secara berlebihan kekuasaannya ketika menghadapi warga Palestina.

Editor: Dzikri Abdi Setia


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X